Kamis, 22 November 2018

Kasus BLBI, Boediono: Saya Diperiksa KPK sebagai Mantan Menkeu

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Republik Indonesia 2009-2014 Boediono, menjawab pertanyaan awak media usai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, 28 Desember 2017. Boediono diperiksa sebagai saksi saat masih menjabat Menteri Keuangan tahun 2004 untuk tersangka Syafruddin Arsyad Temenggung. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Republik Indonesia 2009-2014 Boediono, menjawab pertanyaan awak media usai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, 28 Desember 2017. Boediono diperiksa sebagai saksi saat masih menjabat Menteri Keuangan tahun 2004 untuk tersangka Syafruddin Arsyad Temenggung. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Presiden RI Boediono mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini. Dia diperiksa terkait kasus suap Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (kasus BLBI) untuk tersangka Syafruddin Arsyad Temenggung.

    Boediono mengaku dimintai keterangan sehubungan dengan posisinya sebagai menteri keuangan di bawah pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. "Saya dimintai keterangan mengenai beberapa hal terkait dengan masa jabatan saya sebagai Menteri Keuangan," kata Boediono seusai pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Desember 2017.

    Baca: Inisiatif Datang ke KPK, Boediono Diperiksa Terkait Kasus BLBI

    Boediono tak mendetailkan poin-poin apa saja yang ditanyakan oleh penyidik KPK kepadanya. Ia pun meminta wartawan menanyakan langsung substansi pemeriksaannya kepada KPK. "Untuk menyampaikan mana yang boleh disampaikan, mana yang tidak," ujarnya.

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan Boediono diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus suap BLBI, Syafruddin Arsyad Temenggung. Sebab, Boediono menjabat sebagai Menteri Keuangan periode 2001-2004.

    Menurut Febri, Boediono tiba sekitar pukul 09.50 WIB. Setelah menjalani pemeriksaan sekitar enam jam, Boediono keluar dari gedung KPK pukul 15.41 WIB.

    Febri mengatakan, Boediono mendatangi KPK atas inisiatifnya sendiri karena sebelumnya dia tidak bisa memenuhi panggilan KPK. "Untuk efektivitas penyidikan, maka perlu dilakukan pemeriksaan hari ini," ujarnya.

    Baca: Kasus BLBI, Pengamat Sarankan KPK Kejar Terus Sjamsul Nursalim

    Syafruddin yang kini berstatus sebagai tersangka kasus suap BLBI ini merupakan mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Syafruddin diduga menerima suap dalam penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI terhadap Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) milik Sjamsul Nursalim pada 2004.

    KPK saat ini telah menahan Syafruddin di Rumah Tahanan Kelas 1 Jakarta Timur cabang KPK. Atas perbuatannya dalam kasus BLBI itu, Syafruddin diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp 4,58 triliun.

    TIKA AZARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian PANRB: Standar Kelulusan Ujian CPNS 2018 Diturunkan

    Standar Kelulusan Ujian CPNS 2018 tahap Seleksi Kemampuan Dasar akan diturunkan oleh Kementerian PANRB akibat jumlah peserta yang lulus seleksi kecil.