Imunisasi Difteri Diperluas, Menkes: Persediaan Vaksin Cukup

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Nila Moeloek melihat ruang Isolasi pasien yang terkena virus Difteri di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, 11 Desember 2017. Rumah sakit Sulianti Saroso merawat 33 pasien yang terdiri dari 22 anak-anak dan 11 orang dewasa. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Menteri Kesehatan Nila Moeloek melihat ruang Isolasi pasien yang terkena virus Difteri di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, 11 Desember 2017. Rumah sakit Sulianti Saroso merawat 33 pasien yang terdiri dari 22 anak-anak dan 11 orang dewasa. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek memastikan jumlah persediaan vaksin difteri cukup untuk Outbreak Response Immunization atau ORI. Pemberian vaksin ini dilakukan untuk mengatasi munculnya kasus luar biasa difteri yang marak selama beberapa waktu terakhir.

    "Kami pastikan vaksin ini cukup," kata Nila di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, pada Kamis, 28 Desember 2017. Dia menjelaskan, saat ini persediaan vaksin berjumlah 15,5 juta dosis. Jumlah persediaan vaksin itu, kata Nila, dua kali lipat lebih banyak daripada yang dibutuhkan. "Jadi masih ada separuh lebih," ucapnya.

    Baca: Terus Meluas, DPR Minta Penanganan Wabah Difteri Dievaluasi

    Kementerian Kesehatan juga tengah menyediakan stok penyangga vaksin difteri di seluruh daerah di Indonesia. Nila menjelaskan, pihaknya menarik persediaan vaksin dari daerah yang memiliki stok berlebih, misalnya Aceh.

    Selain itu, Kementerian Kesehatan menggenjot produksi vaksin difteri oleh PT Bio Farma. Nila memastikan PT Bio Farma akan memproduksi cukup vaksin difteri hingga tahun depan. Sebab, sebanyak 4,2 juta warga harus diberi imunisasi atau ORI.

    Dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Bogor kemarin, Nila memastikan imunisasi difteri akan diperluas sesegera mungkin. Sebelumnya, imunisasi difteri sudah dilakukan sejak 10 Desember 2017. Namun imunisasi yang dilaksanakan lewat ORI itu baru digelar di tiga provinsi, yaitu Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Dengan perluasan, diharapkan imunisasi bisa dilakukan di semua provinsi.

    Baca: Wabah Difteri, Pemerintah Perluas Imunisasi ke Semua Provinsi

    Nila menuturkan imunisasi juga diperluas karena bakteri difteri tidak pernah atau tidak bisa benar-benar hilang. Selain itu, bakteri itu mudah menyerang orang yang daya tahan tubuhnya lemah. Jadi, kata dia, lebih baik dilakukan imunisasi luas sesegera mungkin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.