Pengacara Pastikan Setya Novanto Hadiri Sidang Lanjutan E-KTP

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto mengikuti sidang pembacaan eksepsi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 20 Desember 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto mengikuti sidang pembacaan eksepsi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 20 Desember 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menanggapi eksepsi atau keberatan Setya Novanto dalam sidang lanjutan kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat hari ini. Pengacara Setya, Maqdir Ismail, memastikan kliennya hadir dalam persidangan.

    "Tentunya beliau akan hadir," kata Maqdir saat dihubungi Tempo, Kamis, 28 Desember 2017.

    Baca: KPK Telah Siapkan Jawaban Eksepsi Setya Novanto

    Setya berstatus sebagai terdakwa dugaan korupsi proyek e-KTP. Ia menjalani sidang pokok perdana pada Rabu, 13 Desember 2017.

    Kondisi kesehatan Setya sedang terganggu saat itu. Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu mengaku diare dan bolak-balik toilet sebanyak 20 kali. Ia juga menyebut KPK tak memberinya obat diare.

    Baca: Eksepsi Setya Novanto, Kuasa Hukum Minta Hakim Bersikap Obyektif

    Dalam perkara ini, jaksa mendakwa Setya telah melakukan korupsi terkait dengan pengadaan proyek e-KTP serta memperkaya diri dengan menerima uang US$ 7,3 juta dan jam tangan mewah. Tak terima dakwaan jaksa, Setya mengajukan keberatan.

    Setelah tim kuasa hukum Setya membacakan eksepsi, giliran jaksa menanggapi keberatan itu. Tanggapan jaksa dijadwalkan berlangsung di Pengadilan tindak Pidana Korupsi, Kamis, 28 Desember 2017, pukul 09.00 WIB.

    Mengenai kondisi kesehatan Setya Novanto, Maqdir menjawab singkat. "Kita doakan beliau sehat," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.