Setelah Surabaya dan Solo, Padang Bersiap Menjadi Kota Layak Anak

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu kegiatan  anak di Kota Padang, Sumatera Barat. Kota ini sedang bersiap menjadi kota layak anak seperti Kota Solo dan Kota Surabaya. TEMPO/Febrianti

    Salah satu kegiatan anak di Kota Padang, Sumatera Barat. Kota ini sedang bersiap menjadi kota layak anak seperti Kota Solo dan Kota Surabaya. TEMPO/Febrianti

    TEMPO.CO, Padang - Kota Padang sedang bersiap menjadi Kota Layak Anak Kategori Utama. Peluang Kota Padang untuk mendapat predikat utama sangat besar karena baru memperoleh penghargaan sebagai Kota Layak Anak Kategori Nindya bersama 5 kabupaten dan kota lainnya di Indonesia. Saat ini kota dan kabupaten yang mendapat predikat utama baru Kota Surabaya dan Kota Solo, Jawa Tengah. 

    Wali Kota Padang Mahyeldi Ansyarullah mengatakan, pemerintahannya sangat serius menjadikan kota sebagai kota layak anak. Kesungguhannya itu dibuktikan dengan membuat Puskesmas dan sekolah ramah anak, masing-masing berjumlah 4 buah. Empat Puskesmas itu adalah Puskesmas Padang Pasir, Puskesmas Seberang Padang, Puskesmas Lubuk Buaya dan Puskesmas Anak Aia.

    Salah satu kegiatan anak di Kota Padang, Sumatera Barat. Kota ini sedang bersiap menjadi kota layak anak seperti Kota Solo dan Kota Surabaya. TEMPO/Febrianti

    “Dari 24 indikator kota layak anak, beberapa telah kami penuhi. Seperti pemberian akta kelahiran gratis, sehingga 92,01 persen anak berusia 0-18 tahun di kota Padang sudah memiliki akta kelahiran yang teregistasi. Tersedia juga lembaga pengasuhan bagi anak dan orang tua,” kata Mahyeldi pada Rabu, 27 Desember 2017.

    Baca: Cara Kementerian PPPA Dorong Wujudkan Kota Layak Anak

    Di Puskesmas Anak Aia tersedia tempat khusus untuk pemeriksaan anak, taman gizi, ruang laktasi, dan pojok oralit.  Terdapat pula tempat bermain, konseling untuk anak serta ruang tumbuh.  Sedangkan di sekolah ramah anak salah satunya SMP Negeri 11 Padang. Sekolah ini mempunyai kegiatan berbeda dengan sekolah lain, seperti pelibatan siswa sebagai konselor untuk teman sebanyanya. Dibangun pula ruang baca dan ruang kreativitas yang menampung 60 anak-anak di Pantai Purus. Agendanya latihan teater, bermain musik, dan menulis. Tempat ini didirikan dan dikelola sastrawan Padang Yusrizal KW dan Seniman Teater Suhendri.

    Upaya Kota Padang ini diapresiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Tim dari kementerian ini selama tiga hari, 26 sampai 28 Desember 2017 datang untuk melihat dan mengevaluasi keberhasilan Kota Padang sebagai Kota Layak Anak Kategori Nindya pada 2017. “Yang meraih Nindya di seluruh Indonesia baru 6, yang utama dua yaitu Kota Solo dan Kota Surabaya,” kata Deputi Menteri Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lenny N. Rosalin.

    Menurut Lenny, Kota Padang termasuk cepat meraih Kategori Nindya Kota Layak Anak karena baru 5 tahun lalu menginisiasi program ini.  Kota Padang terpilih lantaran sudah punya peraturan daerah tentang pemenuhan khusus hak anak dan perlindungan anak. Lenny berharap Kota Padang terus meningkatkan seluruh Puskesmas dan seluruh sekolah layak anak. “Presiden Jokowi menargetkan seluruh kota dan kabupaten layak anak tercapai pada 2030.”

    Kementerian, Lenny menambahkan, terus menginisiasi tiap daerah membangun Kota Layak Anak . Saat ini hampir semua daerah isunya masih soal perkawinan dini anak, akte kelahiran belum 100 persen, anak drop out sekolah, pekerja anak, serta kasus eksploitasi anak. Dengan menjadikan kota layak anak, masalah tersebut ini akan bisa segera teratasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.