8 Bulan Pengobatan, Begini Kondisi Mata Kiri Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan bercerita tentang rencana operasi besar matanya usai menjalani solat Dzuhur berjamaah di salah satu masjid Singapura, 15 Agustus 2017. TEMPO/Fransisco Rosarians

    Penyidik KPK Novel Baswedan bercerita tentang rencana operasi besar matanya usai menjalani solat Dzuhur berjamaah di salah satu masjid Singapura, 15 Agustus 2017. TEMPO/Fransisco Rosarians

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan diprediksi tak bisa kembali ke Indonesia tahun depan. Sebab, penyembuhan matanya yang terluka akibat disiram air keras. Hingga saat ini ia masih menjalani serangkaian proses pengobatan di Singapura.

    Novel telah menjalani operasi untuk penyembuhan mata kirinya. Operasi pertama dilakukan untuk memasang jaringan gusi. Pemasangan ini akan menutupi bagian putih mata. Sayangnya pertumbuhan bagian putih mata kiri belum maksimal hingga saat ini. "Padahal bagian ini berfungsi sebagai pemasok 'makanan' bagian hitam mata. Karenanya, Novel perlu menjalani operasi kedua," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 27 Desember 2017.

    Baca: Novel Baswedan Akan Menjalani Operasi Tahap 2 Awal Februari 2018

    Menurut Febri, operasi bagian hitam mata baru dapat dilakukan setelah pertumbuhan bagian putih mata kiri Novel maksimal. Dia menuturkan dibutuhkan waktu satu sampai dua bulan lagi sebelum operasi bagian hitam matanya. "Sehingga kemungkinan tahun depan Novel masih terpisah dengan keluarga dan koleganya karena belum dapat kembali ke Indonesia," kata Febri.

    Novel menjalani operasi mata pertama di Singapore National Eye Centre, Kamis, 17 Agustus 2017. Setelah operasi, pandangan mata Novel tampak putih karena diselubungi salep. Di rumah sakit yang sama, Novel kembali menjalani operasi mata pada Rabu, 6 Desember 2017, karena pertumbuhan selaput mata kirinya melambat.

    Febri menambahkan, terkait perkembangan kasusnya, hingga lebih dari 257 hari atau delapan bulan berlalu setelah penyerangan terhadap Novel, polisi belum bisa menangkap pelakunya. Kepolisian Daerah Metro Jaya telah merilis dua sketsa wajah terduga pelaku sejak 24 November 2017, tetapi hingga kini belum juga bisa diungkap pelakunya.

    Baca: Ketiadaan TGPF Novel Baswedan Disebut Bakal Merugikan Jokowi

    Penyerangan terhadap Novel Baswedan dilakukan oleh dua orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi pada 11 April 2017, saat Novel pulang dari salat Subuh berjamaah di Masjid Al-Ikhsan, dekat rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Novel disiram air keras oleh salah satu penyerang yang belum dikenali identitasnya sampai saat ini. Akibatnya, sekitar 90 persen kornea mata kiri Novel terbakar.

    YUSUF MANURUNG



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.