Minggu, 22 September 2019

Perayaan Hari Natal di Surabaya, Risma Optimalkan 112

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Kristiani menyalakan lilin saat misa malam Natal di Gereja Bethany, Surabaya, Jawa Timur, 24 Desember 2017. Perayaan Natal 2017 tersebut mengusung tema

    Umat Kristiani menyalakan lilin saat misa malam Natal di Gereja Bethany, Surabaya, Jawa Timur, 24 Desember 2017. Perayaan Natal 2017 tersebut mengusung tema "Carilah KerajaanNya." ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya mengoptimalkan Command Center 112 di Gedung Siola untuk membantu petugas pengamanan selama perayaan Hari Natal 2017 dan tahun baru 2018. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan Command Center 112 memiliki petugas lengkap dari berbagai dinas, termasuk kepolisian, untuk memantau kondisi Surabaya.

    "Kalau menghadapi situasi mendesak, jangan panik. Segera hubungi nomor 112. Saya pikir 112 akan sangat membantu karena petugasnya lengkap," katanya, Senin, 25 Desember 2017.

    Baca: Hari Natal, Pastor Ini Uraikan Kelahiran Kristus di Palungan

    Sejak Minggu, 24 Desember 2017, hingga Senin, Command Center 112 belum menerima laporan kejadian yang signifikan selama perayaan Natal. Risma mengaku bangga dengan petugas pengamanan yang tetap bertugas saat warga beribadah dan liburan, yang sebenarnya lebih berat dibanding tugas biasanya.

    Menurut Risma, tugas tidak hanya akan berfokus pada pencegahan tindak kejahatan, tapi juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, termasuk kemungkinan cuaca ekstrem.

    "Termasuk juga urusan harmonisasi antarwarga. Karena itu, petugas harus bahu-membahu dengan masyarakat," ucapnya. Risma menambahkan, harus ada respons cepat dan jangan sampai didiamkan. Sejauh ini, perayaan Hari Natal di Surabaya berlangsung aman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe