Misa Natal di Bandung dan Ambon Berlangsung Aman dan Khidmat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelajar dengan latar belakang agama berbeda menyimak penjelasan pastor katedral Santo Petrus di Bandung, Jawa Barat, saat wisata rumah ibadah, 5 Agustus 2017. Wisata ini bertujuan menyelami identitas bangsa Indonesia yang sejak lama terdiri dari beragam latar agama dan keyakinan. TEMPO/Prima Mulia

    Pelajar dengan latar belakang agama berbeda menyimak penjelasan pastor katedral Santo Petrus di Bandung, Jawa Barat, saat wisata rumah ibadah, 5 Agustus 2017. Wisata ini bertujuan menyelami identitas bangsa Indonesia yang sejak lama terdiri dari beragam latar agama dan keyakinan. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyambangi Gereja Katedral St. Petrus Bandung saat perayaan misa Natal, Ahad malam, 24 Desember 2017. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan perayaan natal berlangsung aman.

    Aher yang juga didampingi oleh Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Panglima Kodam III Siliwangi hadir di saat sebagian jamaah Gereja Katedral St. Petrus telah pulang. Mereka datang sekitar pukul 20.30. Saat tiba di gereja, mereka disambut oleh Kepala Pastur Gereja Katedral Bandung Leo Van Beurden. Mereka saling berpelukan. Tak ayal, puluhan kamera langsung membekukan momen tersebut.

    “Tradisi berkeliling melihat teman-teman kita yang melaksanakan malam natal. Untuk memastikan juga semuanya acara natal di Jabar aman, tentram, tidak ada masalah apapun,’ ucap Aher.

    Baca juga: Alasan UKP Pancasila Datang ke Katedral Menjelang Misa Natal

    Pantauan Tempo, perayaan malam misa natal di Gereja St. Petrus berjalan dengan khidmat. Gereja katedral St. Petrus Bandung mengambil tema “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu”.

    Aher berharap, Natal tahun ini dapat dijadikan momen untuk saling merekatkan keharmonisan antar umat beragama di Indonesia. “Harapannya, teman-teman yang merayakannya, melaksanakannya dengan penuh khidmat. Kemudian masyarakat lain saling menghormati kemudian sebagai bangsa dengan kebinekaan yang ada saling menghormati. Kita bermacam-macam tapi kita tetap satu kita Indonesia, kita sesama manusia,” katanya.

    Pelaksanaan ibadah Natal di daerah lain seperti di Ambon, Maluku juga berlangsung khidmat. Pemuda mesjid dan pecalang Parisada Hindu Darma Indonesia ( PHDI ) turut mengamankan ibadah misa Natal di sejumlah gereja diantaranya, gereja Silo, gereja Maranatha serta gereja katerdral, Minggu malam, 24 Desember, 2017.

    Baca juga: GBI Grogol Undang Dubes Palestina dalam Perayaan Natal

    Keterlibatan pemuda mesjid dan pecalang dalam menjaga ibadah Natal menggambarkan toleransi antar umat beragama terjalin dengan baik di daerah itu. Komang Sumardika, salah satu anggota PHDI mengatakan saling menghormati, menjaga kedamaian saat perayaan hari raya merupakan contoh Bineka Tunggal Ika.

    “Toleransi di Ambon adalah bukti, kesadaran umat beragama untuk menghomati perbedaan,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.