BNPB: Masyarakat Bali Justru Menikmati Erupsi Gunung Agung

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situasi Gunung Agung, Bali, saat erupsi tadi siang, Sabtu, 23 Desember 2017 pukul 11.47 WITA. Foto: Humas BNPB

    Situasi Gunung Agung, Bali, saat erupsi tadi siang, Sabtu, 23 Desember 2017 pukul 11.47 WITA. Foto: Humas BNPB

    TEMPO.CO, Jakarta - Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, kembali erupsi pukul 10.05 Wita, Minggu, 24 Desember 2017. Erupsi disertai asap kelabu tebal dengan tinggi kolom abu vulkanis sekitar 2.500 meter di atas puncak kawah mengarah ke timur laut.

    Erupsi berlangsung selama sepuluh menit. Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menyatakan erupsi tersebut tidak berdampak kerusakan dan tidak menyebabkan kepanikan atau mengganggu aktivitas masyarakat.

    Baca: Status Tanggap Darurat Dicabut, Gunung Agung Kembali Erupsi

    "Justru banyak masyarakat di sekitar Bali menikmati erupsi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya.

    Sebelumnya, pada Sabtu, 23 Desember 2017, pukul 11.57 waktu setempat, Gunung Agung juga erupsi dengan asap kelabu tebal setinggi sekitar 2.500 meter condong ke timur laut. Hujan abu disertai pasir tipis terjadi di sekitar lereng Gunung Agung, seperti di Tulamben, Kubu.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi masih menetapkan status awas atau level empat pada Gunung Agung. Status tersebut berlaku sejak 27 November 2017. Masyarakat dilarang melakukan segala aktivitas dalam radius 8-10 kilometer dari puncak kawah. "Di luar area itu aktivitas dapat berjalan normal dan masih tetap aman," kata Sutopo.

    Simak: Gunung Agung Erupsi Lagi, PVMBG: Hari Ini dan Kemarin Identik

    Data BNPB menyebutkan pengungsi erupsi Gunung Agung mencapai 71.045 jiwa yang tersebar di 239 titik pengungsian. Rinciannya, sebanyak 42.928 jiwa di Kabupaten Karangasem, 11.441 jiwa di Kabupaten Klungkung, 9.938 jiwa di Kabupaten Buleleng, 977 jiwa di Kabupaten Bangli, 3.502 jiwa di Kabupaten Gianyar, 205 jiwa di Kabupaten Jembrana, 730 jiwa ada di Kabupaten Tabanan, 590 jiwa di Kabupaten Badung, dan 734 jiwa di Kota Denpasar.

    Walaupun Gunung Agung erupsi, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar dan Bandara Internasional Lombok dapat beroperasi dengan aman. Kode Vulcano Observatory Notice for Aviation (VONA) untuk Gunung Agung adalah orange. Selama musim penghujan hingga April 2018, arah angin di Bali akan dominan ke arah timur–tenggara. "Sehingga Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar aman," kata Sutopo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.