Polri: Malaysia Belum Deportasi Empat WNI Terduga Teroris

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah barang bukti dalam penangkapan para terduga teroris yang berada di Bekasi, di Mabes Polri, Jakarta, 15 Desember 2016. Barang bukti tersebut antara lain bekas panci yang telah di

    Sejumlah barang bukti dalam penangkapan para terduga teroris yang berada di Bekasi, di Mabes Polri, Jakarta, 15 Desember 2016. Barang bukti tersebut antara lain bekas panci yang telah di "discrubter" (memecahkan rangkaian bom), dan triacetone triperoxide (TATP). ANTARA/Meli Pratiwi/

    TEMPO.CO, Jakarta - Malaysia belum memulangkan empat warga negara Indonesia terduga teroris yang ditangkap di negeri jiran itu. Hingga kini, Kepolisian Diraja Malaysia masih menahan keempat terduga teroris itu. “Belum dideportasi sampai hari ini,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Markas Besar Kepolisian RI Komisaris Besar Martinus Sitompul melalui pesan elektronik, Ahad, 24 Desember 2017.

    Empat terduga teroris asal Indonesia itu ditangkap bersamaan pada 4 Desember 2017. Keempat WNI itu MST, 38 tahun, asal Maluku; AB (31), asal Banten; JU (35), asal Banten; dan SU (31), asal Jawa Tengah. Keempatnya ditangkap setelah ketahuan memasuki Malaysia secara ilegal menuju Filipina. Mereka juga diduga tengah menggalang dana untuk aksi terorisme di Marawi, Filipina.

    Baca: WNI Ditangkap di Malaysia, Diduga Perekrut ISIS

    Martinus sebelumnya menjelaskan, keempat teroris itu akan segera dideportasi apabila ada kepentingan penyidikan lebih lanjut oleh pihak Polri. Polri sendiri, menurut Martinus, telah meminta Malaysia untuk mendeportasi empat WNI itu. “Karena yang menangkap sana (Malaysia), kami tunggu keputusannya (kapan memulangkan empat WNI itu),” kata Martinus.

    Kepolisian Diraja Malaysia menangkap 20 terduga teroris sepanjang 30 November-15 Desember 2017, di antaranya adalah lima WNI. Mereka menangkap Hanif, teroris bom panci di Buah Batu, Bandung, pada 30 November 2017, yang bersembunyi di Malaysia. Hanif dideportasi pada 12 Desember 2017.

    Pada Sabtu, 9 Desember 2017, Kapolri Jenderal Tito Karnavian pergi ke Malaysia. Ia berkoordinasi dengan Kepolisian Kerajaan Malaysia untuk segera memulangkan para WNI terduga teroris itu ke Indonesia. "Mereka siap mendeportasi," ucap Tito.

     Baca juga: Tito: Malaysia Tangkap WNI Terduga Teroris...

    Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan WNI terduga teroris Hanif tinggal di rumah temannya di Malaysia saat melarikan diri. Setyo dan Tito juga mengatakan WNI itu merupakan anggota jaringan teroris Indonesia dan Malaysia. "Itu sudah diakui sendiri oleh Malaysia," tutur Setyo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.