Guru Besar Unpad Dede Mariana Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guru besar Universitas Padjadjaran Dede Mariana wafat dalam usia 54 tahun di RS Hasan Sadikin, Bandung pada Jumat sore, 22 Desember 2017. dok: Unpad

    Guru besar Universitas Padjadjaran Dede Mariana wafat dalam usia 54 tahun di RS Hasan Sadikin, Bandung pada Jumat sore, 22 Desember 2017. dok: Unpad

    TEMPO.CO, Jakarta— Guru besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Dede Mariana akan dikebumikan di pemakaman keluarga di Jalan Basuki, Kiara Condong, Kota Bandung pada Sabtu 23 Desember 2017 pukul 09.00 WIB.

    Guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad itu wafat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pada Jumat sore dalam usia 54 tahun. Selama sebulan Dede dirawat di rumah sakit tersebut.

    "Almarhum merupakan guru besar dari program studi Ilmu Pemerintahan yang memiliki kepakaran di bidang politik lokal," seperti yang tertulis dalam siaran pers Direktorat Kelola Komunikasi Publik Unpad.

    Jabatan terakhir, Dede adalah ketua tim Aliansi Strategis Unpad (Asup) Jawa Barat. Ini merupakan program yang diinisasi Unpad untuk meningkatkan pengembangan wilayah dari 27 Kabupaten se-Jawa Barat.

    Semalam Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melawat ke rumah duka di Jalan Basuki. Almarhum merupakan Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Hukum dan Politik periode 2011-2016.

    Ahmad Heryawan mengatakan Dede Mariana, yang memperoleh gelar doktor dari Unpad, banyak memberikan kontribusi bagi Jawa Barat.

    "Ini sebuah kehilangan yang sangat besar, Jawa Barat telah kehilangan putra terbaik khususnya dalam bidang ilmu politik dan pemerintahan," katanya kepada wartawan.

    Selain mengajar dan melakukan riset, Dede aktif menulis artikel tentang politik lokal dan nasional di berbagai media cetak.

    Dede juga aktif sebagai anggota pramuka di Kwartir Cabang Bandung sejak siaga, penggalang, penegak dan pandega. Dia pernah menjadi Ketua Dewan Kerja Penegak dan Pandega Kwarda Jawa Barat periode 1987-1991, setelah itu menjadi Sekretaris Kwarda Jawa Barat.  

    Hingga akhir hayatnya, dia menjadi pembina di gugusdepan pramuka yang berpangkalan di SMA 2 Bandung (Ambalan Samratulangi) dan pelatih di Pusdiklat Kwarcab Bandung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.