Jusuf Kalla Liburan Tahun Baru di Bali

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas bersama para menteri membahas penanganan dampak erupsi Gunung Agung pada sektor parwisata Bali, 22 Desember 2017. TEMPO/BRAM SETIAWAN

    Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas bersama para menteri membahas penanganan dampak erupsi Gunung Agung pada sektor parwisata Bali, 22 Desember 2017. TEMPO/BRAM SETIAWAN

     DENPASAR- Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla akan menikmati liburan tahun baru di Bali. "Wapres dan keluarga (berlibur) dari tanggal 29 Desember (2017) sampai 1 Januari (2018) untuk menunjukkan Bali betul-betul aman," kata Pramono usai rapat terbatas di Hotel Werdhapura Denpasar, Jumat, 22 Desember 2017.

    Pramono menjelaskan bahwa liburan tersebut bertujuan untuk menunjukkan kepada wisatawan agar tidak perlu khawatir berkunjung ke Bali. Hal tersebut berhubungan dengan aktivitas Gunung Agung yang berstatus Awas, atau level IV.

    Berdasarkan keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) status Awas, atau level IV, hanya berlaku dalam radius 8-10 kilometer dari puncak Gunung Agung. Adapun di luar area tersebut aktivitas dapat berjalan normal atau tetap aman

    Adapun Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan saat ini kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sudah meningkat. "Dari angka kehadiran wisman, rata-rata 15 ribu, sempat turun (menjadi) 2000. Hari ini sudah mencapai 12.300 (per hari) kira-kira sudah 80 persen dari normal," ujarnya.

    Menurut Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat rapat terbatas terkait dampak erupsi Gunung Agung pada sektor pariwisata Bali, Presiden Joko Widodo hadir untuk menjawab keraguan para wisatawan. Maka, tutur Pastika, Jokowi berpesan agar pariwisata bisa dikelola dengan baik lagi.

    "Supaya Bali tetap menjadi lokomotif pariwisata Indonesia. Tidak ada alasan untuk khawatir berlebihan," tuturnya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.