Dedi Mulyadi Yakin Isu SARA Tak Efektif Lagi di Pilkada 2018

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pengurus Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menjawab pertanyaan wartawan di restoran Riung Sunda, Cikini, di Jakarta, Senin, 18 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Ketua Dewan Pengurus Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menjawab pertanyaan wartawan di restoran Riung Sunda, Cikini, di Jakarta, Senin, 18 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Depok - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memiliki cara untuk mengantisipasi isu soal suku, agama, rasa, dan antargolongan (SARA) pada pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Ia memilih cara tidak menanggapi isu tentang itu dalam kontestasi politik tersebut.

    "Jangan direspons berlebih dan menimbulkan konfrontasi. Cukup didengar dan jangan dilawan," kata Dedi di Universitas Indonesia pada Kamis, 21 Desember 2017.

    Baca: Nusron Wahid: Fix, Dedi Mulyadi Diusung Golkar di Pilkada Jawa Barat

    Menurut Dedi, dia sudah terbiasa menghadapi isu soal SARA sejak mencalonkan diri menjadi Bupati Puwakarta periode pertama. "Anggap saja itu sebagai kritik untuk memperbaiki diri. Toh, pada akhirnya, rakyat itu juga cerdas dalam memilih," ucapnya.

    Dedi pun tak yakin jika isu soal itu akan dimainkan dalam gelaran pilkada Jawa Barat mendatang. Menurut dia, toleransi di Jawa Barat tidak perlu diragukan lagi. Orang Jawa Barat, menurut dia, sangat toleran. "Begitu tolerannya orang Jawa Barat itu sampai membiarkan intoleran," ujarnya.

    Baca: Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik JK Soal Rekom Golkar ke Ridwan Kamil

    Kasus intoleransi di Jawa Barat, tutur Dedi, tidak terlalu banyak. Penyebarannya juga hanya di beberapa titik. "Orangnya pun masih mau diajak bicara, tidak ada yang keras-keras banget," katanya.

    Saat ini, menurut Dedi, cara mendekati kelompok intoleran adalah dari hati ke hati. Ia pun berpendapat, isu soal SARA sudah tidak efektif untuk digunakan. "Orang kalau terus dicekoki isu seperti itu akan jenuh juga," ucapnya.

    Nama Dedi Mulyadi kembali menguat untuk maju dalam pilkada Jawa Barat 2018. Hal ini terjadi setelah Partai Golongan Karya, partai Dedi, mencabut dukungannya untuk Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur provinsi itu. Keputusan partai berubah setelah Golkar memilih ketua umum baru, yaitu Airlangga Hartarto, untuk menggantikan Setya Novanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.