Tito Karnavian: Jangan Underestimate dengan Ancaman Terorisme

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelum menerbangkan pesawat Sukhoi SU30 dalam acara Penyematan Brevet Penerbang Kehormatan TNI AU di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 20 Desember 2017. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bertindak sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menyematkan wing penerbang kehormatan pada Kapolri, KSAD dan KSAL dengan tujuan menunjukkan soliditas TNI-Polri. ANTARA FOTO

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelum menerbangkan pesawat Sukhoi SU30 dalam acara Penyematan Brevet Penerbang Kehormatan TNI AU di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 20 Desember 2017. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bertindak sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menyematkan wing penerbang kehormatan pada Kapolri, KSAD dan KSAL dengan tujuan menunjukkan soliditas TNI-Polri. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Brebes - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan belum ada ancaman terorisme menjelang Perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2017. Pihaknya belum mendapatkan laporan terkait rencana serangan teror. “Sampai hari ini belum ada informasi rencana serangan teror,” kata Kapolri, di Brebes, Kamis, 21 Desember 2017.

    Kendati begitu, menurut dia, kepolisian tetap akan bersiaga di tempat-tempat ibadah untuk mencegah terjadinya aksi teror. Dia tidak akan menganggap enteng ancaman terorisme. “Kami tidak ingin underestimate, menganggap remeh. Jangan sampai ada lagi kejadian tahun lalu serangan teror di Gereja Kepunton Solo dan beberapa daerah lainnya,” kata Tito.

    Baca juga: Kasau Sebut Indoktrinasi Ideologi Radikal Picu Aksi Terorisme

    Meski menyatakan tidak ada ancaman teror, Tito mengatakan kepolisian telah melakukan operasi preemtif atau upaya penanggulangan dengan mengamankan 20 orang dari berbagai daerah. Di Malaysia, Polri menangkap lima orang. Namun, Kapolri tak menyebut nama-nama terduga teroris yang ditangkap dan kapan penangkapannya. “Kemungkinan ini akan terus berlanjut,” ungkapnya.

    Upaya penangkapan itu, kata Tito, sengaja tidak ditunjukkan ke masyarakat lantaran tak ingin membikin resah publik. Pihaknya berjanji akan menjaga perayaan Natal dengan maksimal, agar tidak terjadi serangan teror. Sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadahnya dengan aman dan nyaman jauh dari ancaman terorisme. “Pengamanan tempat ibadah akan melibatkan warga dan ormas Islam.”

    Baca juga: Kapolri Pastikan Belum Ada Ancaman Teroris Jelang Natal dan Tahun Baru 2018

    Kepolisian juga meminta kepada kelompok masyarakat untuk tidak melakukan sweeping atau upaya paksa. Jika hal itu terjadi, maka kepolisian tidak akan segan-segan menindak pelaku sesuai hukum. “Kalau ada yang kurang nyaman sampaikan kepada aparat yang ada. Polri, TNI atau Pemda. Kalau ada sweeping itu berarti ada upaya paksa. Itu ilegal, melanggar hukum. Tidak boleh terjadi,” kata Tito Karnavian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.