TNI AD Diminta Perkuat Alutsista untuk Infanteri dan Kaveleri

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demontrasi alutsista dalam perayaan HUT TNI ke-72 di Pelabuhan Indah Kiat, Banten, 5 Oktober 2017. Demo ini ditampilkan oleh TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara.  TEMPO/Subekti.

    Demontrasi alutsista dalam perayaan HUT TNI ke-72 di Pelabuhan Indah Kiat, Banten, 5 Oktober 2017. Demo ini ditampilkan oleh TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat Militer dari Universitas Padjajaran, Muradi menuturkan ada beberapa aspek dalam penyediaan alat utama sistem persenjataan atau alutsista yang harus diperkuat TNI Angkatan Darat guna memenuhi Minimum Essential Force (MEF) pada 2024. "Perkuatan persenjataan infanteri dan kavaleri menjadi hal yang baik untuk diperkuat," katanya pada Tempo, Kamis, 21 Desember 2017.

    Menurut Muradi, perkuatan alutsista ada tiga aspek, yaitu perkuatan persenjataan untuk pengamanan di perbatasan, kemudian persenjataan untuk merespon ancaman yang mengganggu kedaulatan negara, dan persenjataan untuk merespon ancaman konflik berskala tinggi. "Tank skala medium saya kira dibutuhkan untuk menjaga perbatasan," tuturnya.

    Baca juga: Panglima Hadi Tjahjanto: Alokasi 30 Persen Alutsista untuk TNI AD

    Sebelumnya Panglima TNI Masrsekal Hadi Tjahjanto akan memberikan jatah 30 persen bagi TNI Angkatan Darat adalah rencana strategis alutsista kedua untuk memenuhi Minimum Essential Force (MEF).

    Hadi mengatakan akan mendengarkan paparan dari Kepala Staf Angkatan Darat soal kendala apa saja yang dihadapi oleh matra darat. Paparan tersebut akan menjadi bahan dalam memetakan prioritas alokasi pembagian alutsista.

    Minimum Essential Force (MEF) merupakan proses untuk modernisasi sistem pertahanan. Program ini dicanangkan sejak pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. MEF dibagi menjadi tiga rencana strategis hingga 2024.

    Baca juga: Ganti Alutsista Lama, TNI AL Lanjutkan Pengadaan Alutsista Tempur

    Modernisasi alutsista TNI untuk memperkuat kesatuan juga diikuti dengan pengembangan kemampuan prajurit. Hadi mengingatkan, agar terus digelorakan semangat profesional. "Dengan memelihara militansi dan daya juang, tugas negara bisa berjalan dengan baik," tutur Hadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.