Pengamat: Panglima TNI Batal Mutasi 16 Perwira Demi Tahun Politik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan) berpose sebelum menerbangkan pesawat Sukhoi SU30 dalam acara Penyematan Brevet Penerbang Kehormatan TNI AU di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 20 Desember 2017. TEMPO/Zara Amelia Adlina

    Panglima TNI Marsekal TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan) berpose sebelum menerbangkan pesawat Sukhoi SU30 dalam acara Penyematan Brevet Penerbang Kehormatan TNI AU di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 20 Desember 2017. TEMPO/Zara Amelia Adlina

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat Militer dari Universitas Padjajaran Muradi, menilai alasan 16 Perwira TNI yang batal dimutasi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berkaitan dengan masuknya tahun politik 2018 dan 2019. "Pasti mengarahnya ke sana (tahun politik)," kata Muradi kepada Tempo, Kamis, 21 Desember 2017.

    Muradi mengatakan untuk memastikan TNI netral dan profesional maka Hadi butuh melakukan pembenahan internal. "Itu kebutuhan Hadi untuk meninjau ulang sekaligus menimbang kembali perwira yang tepat dalam kepemimpinannya."

    Baca:
    Marsekal Hadi Anulir Mutasi Perwira TNI, JK: Itu ...
    Pengamat: Keputusan Hadi Tjahjanto Menganulir Mutasi Pati Tepat ...

    Bukan perkara mudah, kata Muradi, bagi Hadi untuk pembenahan dalam tiga bulan terahir. Jika Hadi dapat berbenah dalam tiga bulan, prospek menguatnya TNI yang profesional dan netral dapat terwujud. "Bagus bagi Hadi untuk menegaskan posisi TNI dalam konteks tahun politik 2018 dan 2019."

    Pada 19 Desember 2017 dalam telegram Keputusan Panglima TNI tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI, Marsekal Hadi membatalkan mutasi 16 perwira tinggi TNI.

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menuturkan pembatalan mutasi perwira TNI itu dilakukan berdasarkan hasil evaluasi mengenai kualifikasi para perwira tinggi itu. Hadi tidak menjelaskan alasan menganulir mutasi 16 perwira tinggi TNI yang sebelumnya ditetapkan Jenderal Gatot Nurmantyo secara gamblang.

    Baca juga: Pembatalan Mutasi TNI Dinilai Bagian Konsolidasi Hadi Tjahjanto ...

    Enam belas perwira tinggi itu bagian dari 85 perwira yang dimutasi oleh Jenderal Gatot sebelum lengser dari jabatan Panglima TNI. Gatot mengeluarkan surat keputusan mengenai pemberhentian dan pengangkatan 85 perwira tinggi TNI bertanggal 4 Desember 2017.

    Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Sabrar Fadhilah membenarkan mengenai surat keputusan Hadi itu. "Ada sebagian yang direvisi seusai dengan kebutuhan organisasi," kata dia kepada Tempo, Rabu, 20 Desember 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.