Budi Waseso: Aceh Pintu Masuk Narkoba dari Jalur Laut

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNN Budi Waseso saat gelar barang bukti sabu dan tersangka, Benny Edwin Pasaribu, di gedung BNN, Jakarta, 27 Februari 2017. Petugas BNN bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan berhasil mengungkap jaringan Malaysia-Indonesia penyelundup narkoba jenis sabu seberat 32 kilogram dan mengamankan dua orang tersangka, Benny Edwin Pasaribu dan Ananda Bagus. TEMPO/Imam Sukamto

    Kepala BNN Budi Waseso saat gelar barang bukti sabu dan tersangka, Benny Edwin Pasaribu, di gedung BNN, Jakarta, 27 Februari 2017. Petugas BNN bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan berhasil mengungkap jaringan Malaysia-Indonesia penyelundup narkoba jenis sabu seberat 32 kilogram dan mengamankan dua orang tersangka, Benny Edwin Pasaribu dan Ananda Bagus. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Wilayah Aceh menjadi salah satu pintu masuk narkoba dari jalur laut. Hal itu disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso saat menghadiri deklarasi Pemuda Aceh Antinarkoba di Kantor Kepolisian Daerah Aceh, Rabu, 20 Desember 2017.

    Menurut Budi, pengedar narkoba jaringan internasional selalu mengincar Aceh untuk memasukkan narkoba ke Indonesia. Sebab, laut Aceh berbatasan langsung dengan negara luar.

    Baca: Buwas: BNN Gandeng Satuan Elite TNI untuk Perangi Narkoba

    Budi mengakui sebagian besar masuknya narkotik ke Indonesia lewat jalur laut. "Selain Aceh, ada beberapa daerah lain yang biasanya dipakai sebagai jalur masuk, yaitu Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, dan Kalimantan Timur," katanya.

    Budi mengajak seluruh masyarakat Aceh bersatu melawan dan memberantas jaringan tersebut sehingga peluang masuk narkotik ke Aceh bisa diputus.

    Simak: Buwas Ungkap Teknologi untuk Berantas Narkoba Kurang Mumpuni

    Deklarasi masyarakat yang diwakili pemuda itu merupakan sebuah ikrar keseriusan masyarakat dalam memberantas narkoba. “Ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Aceh dalam menyelamatkan generasinya,” ujar Budi.

    Guna mempermudah pemberantasan narkotik, BNN terus membangun sinergi dengan masyarakat dan pemuda, termasuk bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian RI, dan Bea Cukai.

    Lihat: Buwas Sebut 50 Persen Narkoba Dikendalikan dari Lapas, Artinya...

    Bersamaan dengan deklarasi tersebut, BNN juga menandatangani kerja sama pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotik dengan kampus Unsyiah, yang diwakili pembantu rektor Nazamuddin, dan UIN Ar-Raniry, yang diwakili rektornya, Farid Wajdy. Dari pemerintah Aceh, hadir Kepala Biro Humas Mulyadi Nurdin.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.