Edy Rahmayadi Targetkan Kostrad Punya 46 Ribu Personel di 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Inspektur upacara, Presiden Jokowi (kanan) didampingi Komandan upacara, Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi (kiri), memeriksa barisan saat Upacara Perayaan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, 5 Oktober 2017. ANTARA

    Inspektur upacara, Presiden Jokowi (kanan) didampingi Komandan upacara, Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi (kiri), memeriksa barisan saat Upacara Perayaan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, 5 Oktober 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau Pangkostrad Letnan Jenderal Edy Rahmayadi mengatakan saat ini tantangan paling besar bagi Kostrad adalah jumlah personel.

    Menurut Edy, Kostrad sebagai pasukan elite Angkatan Darat masih membutuhkan tambahan jumlah pasukan. "Masih kurang 14 ribu," katanya di Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad Cilodong, Depok, Rabu, 20 Desember 2017.

    Baca juga: Hadi Tjahjanto Ubah Sebagian Keputusan Gatot Soal Mutasi Pati TNI

    Edy Rahmayadi mengatakan jumlah pasukan yang dimiliki Kostrad yang ditempatkan di beberapa divisi infanteri berjumlah 32 ribu personel. Sedangkan jumlah ideal untuk bisa menjalankan tugas secara efektif adalah 46 ribu personel. "Tahun 2019 sudah bisa terpenuhi jumlah tersebut," ujarnya.

    Untuk menghadapi pengamanan pemilihan kepala daerah 2018 dan pemilihan umum 2019, kata Edy, tugas utama Kostrad adalah menjaga kedaulatan wilayah tidak terpengaruh. Fungsi pengamanan dari Kostrad sudah dilakukan dengan menempatkan pasukan di titik strategis di wilayah teritorial Indonesia. "Pasukan ada dari Sabang sampai Merauke, baik ada pemilu maupun tidak ada."

    Baca juga: PAN dan Gerindra Tetap Usung Edy Rahmayadi sebagai Cagub Sumut

    Menurut Edy Rahmayadi, di setiap daerah sudah ada pengamanan utama untuk pemilu dari Komando Daerah Militer di seluruh Indonesia. Kalau tingkat kerawanan dianggap tidak mampu diselesaikan, kata Edy, minta bantuan dari Kostrad. "Maka turunlah PPRC dari Kostrad," tuturnya.

    Edy Rahmayadi menambahkan, kemampuan tempur pasukan Kostrad tidak perlu diragukan lagi. "Lihat saja parade pasukan tadi yang mampu menaklukkan ular berbisa. Apalagi kalau cuma bandit," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?