JK Tak Ingin Lagu Kebangsaan Cina Mendominasi Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden OCA Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah bersama Ketua Pengarah Asian Games 2018, Jusuf Kalla, dan Menteri Koordinator Pengembangan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani saat menandatangani adendum Host City Contract, di INASGOC Headquarters, Senayan, Ahad, 15 Oktober 2017. Tempo/Egi Adyatama

    Presiden OCA Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah bersama Ketua Pengarah Asian Games 2018, Jusuf Kalla, dan Menteri Koordinator Pengembangan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani saat menandatangani adendum Host City Contract, di INASGOC Headquarters, Senayan, Ahad, 15 Oktober 2017. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla memasang target tinggi untuk Asian Games 2018, yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang. Selain menargetkan Indonesia masuk peringkat 10 besar, pria asal Makassar itu juga menginginkan lagu kebangsaan Cina tidak dominan dalam Asian Games.

    "Jangan hanya lagu kebangsaan Cina atau Jepang yang berkumandang di Asian Games. Kita capek-capek, yang terdengar lagu kebangsaan Cina," ujar pria yang akrab disapa JK itu ketika berpidato di Istana Wakil Presiden, Rabu, 20 Desember 2017.

    Baca juga: Kata Wapres JK Soal Tambahan Nomor Pertandingan Asian Games 2018

    JK mengakui Cina adalah pesaing berat yang sulit dikalahkan. Apalagi jika mengingat sembilan Asian Games terakhir, Cina terus mendominasi perhelatan olahraga akbar di Asia tersebut.

    Meski begitu, menurut JK, tak mustahil bagi atlet-atlet Indonesia memangkas ketertinggalan dari Cina. Jika atlet mendapat pelatihan yang pas dan sesuai, minimal 20 medali emas bisa diperoleh Indonesia.

    Baca juga: Jusuf Kalla: Pelaksanaan Asian Games Jangan Bermewah-mewah

    Sebagai catatan, dalam Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, juara umumnya adalah Cina dengan perolehan 342 medali. Rinciannya, Cina memperoleh 151 emas, 108 perak, dan 83 perunggu.

    "Saya yakin bisa. Enggak ada lagi alasan untuk kita tak meningkatkan prestasi. Bisa lewat pelatnas, try out, merekrut pelatih luar negeri atau dalam negeri, atau apa saja silakan selama ada hasilnya," ucap JK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.