Ini 16 Perwira Tinggi TNI yang Mutasinya Diubah Hadi Tjahjanto

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto digendong prajurit Kopassus  di Mako Kopassus, Cijantung Jakarta, 18 Desember 2017. Panglima TNI menerima Baret Merah dan Brevet Komando, sebagai simbol warga kehormatan Kopassus. TEMPO/Chitra Paramaesti

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto digendong prajurit Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung Jakarta, 18 Desember 2017. Panglima TNI menerima Baret Merah dan Brevet Komando, sebagai simbol warga kehormatan Kopassus. TEMPO/Chitra Paramaesti

    TEMPO.CO, Jakarta- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membatalkan mutasi sebagian perwira tinggi TNI yang sebelumnya ditetapkan dalam keputusan Panglima TNI sebelumnya, Jenderal Gatot Nurmantyo. Sebelum lengser, Gatot mengeluarkan surat keputusan mengenai pemberhentian dan pengangkatan 85 perwira tinggi TNI dengan nomor Kep/982/XII/2017 tertanggal 4 Desember 2017.

    Keputusan pembatalan pengangkatan dan pemberhentian sejumlah pati oleh Hadi itu tertuang dalam telegram Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982.a/XII/2017 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI. Telegram tersebut dikeluarkan serta ditandatangani oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tertanggal Selasa, 19 Desember 2017.

    Baca: Hadi Tjahjanto Ubah Sebagian Keputusan Gatot Soal Mutasi Pati TNI

    Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Sabrar Fadhilah membenarkan mengenai surat keputusan Hadi tersebut. "Ada sebagian yang direvisi seusai dengan kebutuhan organisasi," kata dia kepada Tempo, Rabu, 20 Desember 2017.

    Dengan adanya keputusan tersebut, maka keenambelas pati itu tidak jadi menduduki jabatan yang telah diberikan sebelumnya. Berikut 16 nama pati tersebut:

    Baca: Panglima TNI Beri Brevet untuk Kapolri KSAD dan KSAL

    1. Letjen TNI Edy Rahmayadi dari Pangkostrad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun dini),
    2. Mayjen TNI Sudirman dari Asops Kasad menjadi Pangkostrad
    3. Mayjen TNI AM Putranto, dari Pangdam II/Swj menjadi Asops Kasad
    4. Mayjen TNI Subiyanto dari Aspers Kasad menjadi Pangdam II/Swj
    5. Brigjen TNI Heri Wiranto, dari Waaspers Panglima TNI menjadi Aspers Kasad
    6. Brigjen TNI Gunung Iskandar dari Waaspers Kasad menjadi Waaspers Panglima TNI
    7. Kolonel Inf Agus Setiawan dari Pamen Denma Mabesad menjadi Waaspers Kasad
    8. Mayjen TNI Agung Risdhianto, dari Dankodiklat TNI menjadi Staf Khusus Kasad
    9. Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono dari Dankormar menjadi Dankodiklat TNI
    10. Brigjen TNI (Mar) Hasanudin dari Kas Kormar menjadi Dankormar
    11. Brigjen TNI (Mar) Nur Alamsyah dari Danpasmar II Kormar menjadi Kas Komar
    12. Kolonel Mar Edi Juardi dari Asops Kormar menjadi Danpasmar II Kormar
    13. Brigjen TNI Edison Simanjuntak dari Pa Sahli Tk II Ekku Sahli Bid Ekkudag Panglima TNI menjadi Staf Khusus Panglima TNI
    14. Brigjen TNI Herawan Adji dari Dir F Bais TNI menjadi Pa Sahli Tk II Ekku Sahli Bid Ekkudag Panglima TNI
    15. Kolonel Kav Steverly Christmas P dari Pa Sahli Tk II Poldagri Sahli Bid Polkamnas Panglima TNI menjadi Dir F Bais TNI
    16. Kolonel Inf Syafruddin dari Paban IV/Ops Sops TNI menjadi Pa Sahli Tk II Poldagri Sahli Bid Polkamnas Panglima TNI.

    Infografis: Panglima-Panglima TNI Era Reformasi Sebelum Hadi Tjahjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.