Cegah Difteri Meluas, Menkes Sarankan Turis Asing Diberi Vaksin

Reporter

Menteri Kesehatan Nila Moeloek memberi keterangan pers usai melihat pasien yang terkena virus Difteri di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, 11 Desember 2017. Tempo/Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek melakukan pembahasan mengenai penyakit difteri bersama sejumlah kementerian di Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Dalam pembahasan tersebut, Nila menyebut difteri ini sebagai masalah yang harus diselesaikan bersama.

"Dan kami tentu demi keamanan semua ini tentu meminta rapat dengan Menko Polhukam dengan kementerian yg terkait," kata Nila pada Selasa, 19 Desember 2017.

Baca: Pasien Difteri Membeludak, Pemerintah Tambah Rumah Sakit Rujukan

Selain mengakui difteri sebagai kejadian luar biasa, pada rapat tersebut juga menghasilkan beberapa poin lainnya. Seperti masalah penanggulangan penyakit akibat bakteri Corynebacterium yang harus ditangani dengan baik, termasuk masalah pemberian vaksin.

Nila menyatakan bahwa penanggulangan berupa ORI (Outbreak Response Immunization) sudah dilakukan di 82 kabupaten dan kota seluruh Indonesia sejak 11 Desember lalu. Namun, masih ada berbagai kendala yang terjadi, seperti pendistribusian vaksin.

Baca: Atasi KLB Difteri, Kemenkes Sediakan 3,5 Juta Vial Vaksin

Menurut Nila, meski vaksin difteri ini persediaannya cukup, namun pendistribusian vaksin yang dibuat oleh PT Biofarma tersebut perlu penanganan khusus. "Tetapi kita harus mempunyai tempat pendingin, ini yang barangkali harus diatur," kata dia.

ORI ini, kata Nila, diberikan kepada anak usia 19 tahun juga kepada orang-orang yang beresiko terkena difteri seperti TNI, Polri, serta tenaga kesehatan. Nila juga mengingatkan bahwa imunisasi vaksin ini harus dilakukan tiga kali. "Diingatkan 3 kali. Sebulan kemudian, 6 bulan kemudian. Jadi 0, 1, dan 6," ujarnya.

Nila meminta pemerintah daerah terlibat dalam menangani permasalahan difteri, terutama dalam pemberian vaksin. Selain itu, Nila meminta bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mensosialisasikan mengenai difteri ini kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kepanikan.

Selain Indonesia, negara-negara seperti India, Myanmar, Bangladesh, dan Venezuela dilaporkan terjangkit penyakit difteri ini. Sehingga menurut Nila, pemberian imunisasi vaksin ini juga perlu bagi turis asing yang masuk ke Indonesia. "Bahkan pengungsi Rohingya sudah ada yang mengidap penyakit difteri ini," kata Nila.






Hadapi Masalah Stunting di Jakarta, Heru Budi Hartono Bakal Temui Menkes

1 hari lalu

Hadapi Masalah Stunting di Jakarta, Heru Budi Hartono Bakal Temui Menkes

Heru Budi meninjau upaya pencegahan stunting dan menemukan anak yang fisik, berat dan tinggi badan tidak sesuai dengan balita pada umumnya.


Begini Cara Mendapatkan Vaksin Booster Kedua, Apa Syaratnya?

1 hari lalu

Begini Cara Mendapatkan Vaksin Booster Kedua, Apa Syaratnya?

Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa pemberian vaksin booster kedua sudah bisa diperoleh masyarakat umum. Apa saja syaratnya?


Jokowi Minta Angka Stunting Turun 14 Persen pada 2024, Ini Fakta Stunting di Indonesia

5 hari lalu

Jokowi Minta Angka Stunting Turun 14 Persen pada 2024, Ini Fakta Stunting di Indonesia

Angka stunting di Indonesia diklaim turun sekitar 15 persen sejak Presiden Jokowi menjabat.


Cegah Stunting, Kemenkes Ganti Timbangan di Posyandu dengan Antropometri

16 hari lalu

Cegah Stunting, Kemenkes Ganti Timbangan di Posyandu dengan Antropometri

Pengukuran yang terstandar untuk deteksi cepat stunting dilakukan dengan mengganti timbangan dacin dengan antropometri di seluruh Posyandu.


Wisma Atlet Kemayoran Ditutup Bertahap, Kilas Balik Menjadi RSDC Nyaris 3 Tahun Lalu

29 hari lalu

Wisma Atlet Kemayoran Ditutup Bertahap, Kilas Balik Menjadi RSDC Nyaris 3 Tahun Lalu

Per 1 Januari 2023, Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran resmi ditutup bertahap. Sudah hampir 3 tahun beroperasi sebagai RSDC.


BPJS Watch: Orang Kaya Berhak Mendapat Manfaat JKN

27 November 2022

BPJS Watch: Orang Kaya Berhak Mendapat Manfaat JKN

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menyoroti konglomerat yang mendapatkan layanan kesehatan dari asuransi BPJS Kesehatan.


Menkes Budi Gunadi Sadikin Prediksi Positivity Rate Covid-19 Akan Terus Naik Sampai Akhir Bulan

18 November 2022

Menkes Budi Gunadi Sadikin Prediksi Positivity Rate Covid-19 Akan Terus Naik Sampai Akhir Bulan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperdiksi positivivity rate Covid-19 akan terus naik sampai akhir bulan ini.


G20 Sepakati Pembentukan Pandemic Fund, Yayasan Bill Gates Ikut Penggalangan Dana

11 November 2022

G20 Sepakati Pembentukan Pandemic Fund, Yayasan Bill Gates Ikut Penggalangan Dana

Komitmen pandemic fund ini akan dibahas dalam agenda Leaders Summit G20 atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.


Perawat di Inggris Umumkan Rencana Mogok Kerja

11 November 2022

Perawat di Inggris Umumkan Rencana Mogok Kerja

Serikat perawat di Inggris berencana melakukan aksi mogok kerja menuntut kenaikan gaji.


Kasus Covid-19 Meningkat Pesat, Menkes: 48 Persen Pasien Meninggal Belum Divaksin

9 November 2022

Kasus Covid-19 Meningkat Pesat, Menkes: 48 Persen Pasien Meninggal Belum Divaksin

Kasus Covid-19 kembali meningkat pesat dalam sebulan terakhir. Menteri Kesehatan mengungkap datanya.