Minggu, 22 September 2019

Apa Agenda KPK Periksa Dua Anak Setya Novanto pada Pekan Ini?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri tersangka kasus korupsi e-ktp Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor, hadir pada sidang perdana suaminya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, 13 Desember 2017. Maria Fransisca.

    Istri tersangka kasus korupsi e-ktp Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor, hadir pada sidang perdana suaminya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, 13 Desember 2017. Maria Fransisca.

    TEMPO.CO, Jakarta -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap anak Setya Novanto, Dwina Michaella dan Rheza Herwindo, pekan ini. Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menjelaskan, lembaga antirasuah itu telah mengirimkan surat pemanggilan terhadap keduanya.

    "Kita sudah mengirimkan surat pemanggilan dan direncanakan diperiksa dalam minggu ini," kata Febri di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Desember 2017, tentang jadwal pemeriksaan keluarga Setya Novanto itu.

    Febri menyebutkan Dwina dan Rheza akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Anang Sugiana Sudiharjo. KPK hendak mendalami bagaimana posisi kepemilikan dan saham anak Setya di PT Mondialindo Graha Perdana serta PT Murakabi Sejahtera.

    Baca : PPATK: Anak dan Istri Setya Novanto Bisa Dijerat Pencucian Uang

    "Agar menjadi lebih clear, sejauh mana pengetahuan saksi terkait dengan perusahaan-perusahaan itu," ujarnya.

    Sebelumnya, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat, 3 Desember 2017, Deisti Astriani Tagor, istri Setya, dan Rheza diketahui pernah memiliki saham di PT Mondialindo Graha Perdana yang merupakan pemegang saham mayoritas dari PT Murakabi Sejahtera, salah satu perusahaan peserta proyek e-KTP.

    Sementara Anang adalah Direktur Utama PT Quadra Solution yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP pada 27 September 2017.

    PT Quadra Solution merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) sebagai pelaksana proyek e-KTP yang terdiri atas Perum PNRI, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, PT Sucofindo, juga PT Sandipala Artha Putra.

    Indikasi peran Anang terkait dengan kasus itu, antara lain diduga dilakukan bersama-sama dengan Setya Novanto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, serta Irman, Sugiharto, dan kawan-kawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe