Telkom Sinergi dengan Kemenristekdikti Bangun IdREN

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Enterprise and Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Dian Rachmawan dan Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia Ainun Naim disaksikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang “Kerja Sama Penyediaan Fasilitas Telekomunikasi untuk Indonesian Research and Education Network (IdREN)”. (Foto: Dok. Telkom)

    Direktur Enterprise and Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Dian Rachmawan dan Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia Ainun Naim disaksikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang “Kerja Sama Penyediaan Fasilitas Telekomunikasi untuk Indonesian Research and Education Network (IdREN)”. (Foto: Dok. Telkom)

    INFO BISNIS - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, di Jakarta, Selasa, 19 Desember 2017. Penandatanganan tersebut dilakukan Direktur Enterprise and Business Service PT Telkom Dian Rachmawan dan Sekretaris Jenderal Kementerian Riset Ainun Naim serta disaksikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir. Nota kesepahaman tentang Kerja Sama Penyediaan Fasilitas Telekomunikasi untuk Indonesian Research and Education Network (IdREN) ini, ditandatangani dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) yang dihadiri rektor seluruh Indonesia.

    “Kami tidak hanya menyediakan infrastruktur berbasis fiber optik saja, tetapi juga pengembangan platform yang memudahkan riset dan kolaborasi pengetahuan. Ini adalah salah satu upaya dan kontribusi untuk meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan tinggi Indonesia di era serba digital seperti ini,” kata Dian.

    Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Intan Ahmad mengatakan, IdREN adalah salah satu cara memenangkan persaingan di tingkat global.

    “IdREN merupakan pengembangan dari inheren yang telah kami bangun sejak 2006 dan visi kami pada 2020 adalah IdREN menjadi salah satu referensi utama REN Global,” ujar profesor dari Institut Teknologi Bandung ini.

    IdREN adalah jaringan tertutup nasional (national close user) yang digunakan untuk berbagi riset antar-perguruan tinggi dengan inisiatif 3S (single network, sharing, and collaboration, sustainable platform), yang berfungsi sebagai platform riset antar-perguruan tinggi dan sebagai jembatan yang kerap disebut konsep Pentahelix.

    Konsep ini melibatkan institusi pendidikan tinggi, pemerintah, industri, media, dan komunitas, guna meningkatkan daya saing di tingkat global. Bentuk kerja sama pengembangan IdREN meliputi penyediaan jaringan dan layanan komunikasi data, penyediaan layanan collocation data center, penyediaan layanan konsultasi TIK (teknologi informasi dan komunikasi), penyediaan backbone IdREN Nasional dan interkoneksi dengan Global REN, serta penyediaan dukungan teknis operasional IdREN.

    Untuk menunjang pengembangan riset serta pembelajaran bagi perguruan tinggi nasional, IdREN kini dapat diakses tidak hanya melalui website, tetapi juga aplikasi mobile. Cakupan kerja samanya pun diperluas koneksi dengan institusi riset nasional maupun internasional serta melakukan pengembangan konten. IdREN sudah terkoneksi dengan 79 institusi pendidikan nasional serta sebuah lembaga riset Internasional yaitu Trans Eurosia Information Network dan masih akan terus berkembang. 

    “Target kami di akhir 2018 ada 150 perguruan tinggi yang terhubung dengan IdREN. Kami juga dorong akademisi Indonesia tidak hanya mengunduh tetapi juga memberi kontribusi di level global,” ucapnya.

    Dalam pengembangan IdREN, Telkom melakukan inisiasi bersama lima perguruan tinggi, yaitu UGM, Universitas Brawijaya, UI, ITS, dan ITB, sebagai kampus hub nasional dalam merealisasikan kebutuhan jaringan kolaboratif riset berkonsep Pentahelix, yakni academy as a conceptor, media as an expander, government as regulator, community as accelerator, dan business as an enabler.

    Sejumlah aplikasi pengembangan berbasis IdREN adalah telemedicine dengan melibatkan sejumlah kampus kedokteran di Indonesia. Kolaborasi antaruniversitas tentang persoalan penyakit tertentu ini juga mendapat tanggapan dari kolega yang berada di Jepang sehingga pengembangan ilmu berbasis video conference dapat dilakukan dari berbagai tempat. Pengembangan lain yang berbasis IdREN adalah model kelas super professor yang dapat mengajar serentak di puluhan universitas yang masuk dalam jaringan IdREN. Sehingga prinsip kolaborasi dan berbagi pengetahuan dapat berjalan tanpa harus berkunjung di berbagai kota. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.