Munaslub Golkar, Airlangga Hartarto Rombak Kepengurusan

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian yang juga bakal calon Ketum Golkar Airlangga Hartarto saat memberi sambutan dalam acara Sarasehan Nasional GMPG di Hotel Manhathan, Jakarta, 10 Dsember 2017. Airlangga telah mendapat dukungan dari sejumlah pihak untuk menggantikan Setya Novanto sebagai ketum Golkar. Tempo/Ilham Fikri

    Menteri Perindustrian yang juga bakal calon Ketum Golkar Airlangga Hartarto saat memberi sambutan dalam acara Sarasehan Nasional GMPG di Hotel Manhathan, Jakarta, 10 Dsember 2017. Airlangga telah mendapat dukungan dari sejumlah pihak untuk menggantikan Setya Novanto sebagai ketum Golkar. Tempo/Ilham Fikri

    JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan forum musyawarah nasional luar biasa (Munaslub Golkar) kemungkinan akan memberikan mandat kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto untuk merombak kepengurusan. Pasalnya, Airlangga dituntut kerja keras untuk meningkatkan kinerja Golkar agar mesin politik bisa berjalan baik.

    Idrus berujar Airlangga nantinya berhak merombak kepengurusan hingga ke jabatan ketua koordinator bidang dan sekretaris jenderal bila diperlukan. "Terserah nanti Airlangga, bagaimana kebutuhannya, bagaimana desain kepengurusan yang diinginkan, orang-orang seperti apa kualifikasi yg diinginkan," katanya selepas rapat pleno di DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu 17 Desember 2017.

    BACA:Perjalanan Airlangga Hartarto Menuju Ketua Umum Partai Golkar

    Idrus menjelaskan revitalisasi kepengurusan nantinya akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Sehingga diharapkan Golkar siap menghadapi kontestasi politik yang akan datang mulai dari pemilihan kepala daerah serentak 2018, pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2019.

    Sementara itu, Airlangga mengatakan dalam merombak kepengurusan dirinya bakal mempertimbangkan soliditas partai. "Kami tidak punya kemewahan untuk tidak merajut kebersamaan di partai Golkar," tuturnya.

    Kepengurusan DPP Partai Golkar saat ini diisi sekitar 300 orang. Jumlah ini melebihi aturan AD/ART Partai Bab V Pasal 6 yang mengatur jumlah pengurus sebanyak-banyaknya 117 orang.

    Baca: Jusuf Kalla: Airlangga Hartarto Paling Pantas Jadi Ketum Golkar

    Airlangga tidak memberikan jawaban tegas apakah akan memangkas jumlah pengurus DPP atau tidak. Ia hanya menjelaskan Golkar butuh pengurus yang lincah untuk menghadapi agenda politik ke depan. "Tentu seluruhnya kami membutuhkan banyak, tetapi lincah," ujar Menteri Perindustrian ini.

    Munaslub Partai Golkar akan berlangsung pada 19-21 Desember 2017 di Jakarta Convention Center. Rencananya Munaslub Golkar akan mengukuhkan Airlangga Hartarto yang pada Rabu pekan lalu ditetapkan sebagai ketua umum dalam rapat pleno.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.