Mataniari Adakan Muhibah Diplomasi Musik Batak di Spanyol

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPD Gusti Kanjeng Ratu Hemas (tengah) mengenakan pakaian adat Batak saat menghadiri Perayaan Hari Ulos di Medan, Sumatera Utara, 17 Oktober 2016. Perayaan hari ulos yang telah ditetapkan oleh pemerintah sejak 17 Oktober 2014 sebagai warisan budaya tak benda nasional itu diselenggarakan sebagai kepedulian masyarakat Batak dalam melestarikan budaya lokal. ANTARA FOTO

    Wakil Ketua DPD Gusti Kanjeng Ratu Hemas (tengah) mengenakan pakaian adat Batak saat menghadiri Perayaan Hari Ulos di Medan, Sumatera Utara, 17 Oktober 2016. Perayaan hari ulos yang telah ditetapkan oleh pemerintah sejak 17 Oktober 2014 sebagai warisan budaya tak benda nasional itu diselenggarakan sebagai kepedulian masyarakat Batak dalam melestarikan budaya lokal. ANTARA FOTO

    INFO NASIONAL - Sebuah kelompok musik uning-uningan Batak Toba, Mataniari, yang beranggotakan 10 orang mengadakan muhibah diplomasi budaya di Spanyol mulai 13-20 Desember 2017. Setelah selesai tampil pada acara Festival Europalia Indonesia 2017 di Den Haag, Belanda dan Brussels, Belgia, mereka langsung bertolak ke Spanyol, tepatnya di Asturias.

    Pada kegiatan yang bertajuk “Simfonico Indonesia” ini, Mataniari mengisi workshop di Universitas Oviedo bersama dengan maestro jazz Indonesia, Adra Karim. Setelah itu, kelompok yang dibentuk oleh Irwansyah Harahap dan Rithaony Hutajulu ini tampil pada konser di sejumlah pusat budaya dan gedung pertunjukan ternama di Asturias. Konser pada 16 Desember 2017 di Niemeyer Auditorium menjadi acara yang spesial karena Mataniari dan Adra Karim berkolaborasi dengan kelompok musik orkestra Siero Chamber Orchestra (OCAS).

    Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini merupakan bentuk kelanjutan dari program Vinculos Indonesia 2017 yang sebelumnya telah sukses diselenggarakan di Toba, Sumatera Utara, dan DKI Jakarta pada 27 Juli hingga 2 Agustus 2017. Pada Vinculos Indonesia 2017, OCAS dan Mataniari melakukan konser kolaborasi dan workshop yang disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat di dua wilayah itu.

    Di samping konser karya-karya musik orkestra yang berkolaborasi dengan musik gondang Batak serta nyanyian Opera Batak, Mataniari juga akan tampil bersama dengan para pengungsi Sahara dalam suatu konser musik mini pada 17 Desember 2017. Program sosial budaya seperti ini juga sebelumnya dilaksanakan pada program Vinculos Indonesia 2017 saat OCAS dan Mataniari melakukan konser didaktik di sejumlah panti asuhan di Toba dan Jakarta. Melalui kegiatan seperti ini, mereka mengkampanyekan integrasi sosial dan budaya melalui musik dengan menggandeng kelompok yang termarjinalkan secara sosial.

    Mataniari juga tampil dalam solo concert sebanyak empat kali pada 17, 18, 19, dan 20 Desember 2017 di empat kota yang berada di sekitar Asturias yaitu Candas, Siero, La Felguera dan Leon. Dengan tampil di kota-kota tersebut, semakin banyak masyarakat yang berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung pertunjukan musik tradisional Batak yang dimainkan oleh Mataniari. Hal ini adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu karena sangat jarang ada grup musik tradisional Batak dari Indonesia yang hadir di kota-kota tersebut.

    Kunjungan balasan Mataniari dan Adra Karim ke Asturias, Spanyol, ini menunjukkan adanya kerja sama yang erat dan resiprokal antara Indonesia dengan Spanyol di bidang budaya. Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud Hilmar Farid mengungkapkan, “Melalui acara Simfonico Indonesia diharapkan masyarakat Asturias pada khususnya dan Spanyol pada umumnya dapat mengenal lebih luas kekayaan dan keberagaman budaya yang Indonesia miliki, terutama yang terkait dengan musik tradisional. Semoga kegiatan ini juga dapat menjadi pendorong bagi kemajuan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Spanyol di masa depan.” (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.