Jawa Barat Masih Mendata Jumlah Rumah Rusak Akibat Gempa 6,9 SR

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat Yerusalem sebagai ibu kota Israel.(Foto: Dok. Pemprov Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat Yerusalem sebagai ibu kota Israel.(Foto: Dok. Pemprov Jabar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, pemerintah masih mendata rumah warga yang rusak akibat gempa Tasikmalaya 6,9 Skala Richter terjadi 15 Desember 2017 malam. “Rumah rusak sedang didata oleh BPBD Jawa Barat,” kata dia di Bandung, Sabtu, 16 Desember 2017.

    Aher, sapaan Ahmad Heyawan mengatakan, korban tewas akibat gempa bumi saat ini tercatat 1 orang di Ciamis. “Rumah belum selesai di bangun, tapi sudah diisi. Kena reruntuhan kelihatannya, meninggal 1 orang,” kata dia.

    Menurut Aher, sebagian besar korban luka terjadi karena terkena reruntuhan rumah. “Yang luka-luka juga karena rumahnya belum selesai, tapi sudah dihuni,” kata dia.

    Baca juga: Gempa Tasikmalaya, Begini Kekuatan Guncangan di Kota Lainnya

    Aher mengatakan, sejumlah sekolah juga dilaporkan rusak akibat gempa tersebut. Kata Aher, ada sejumlah warga yang mengungsi akibat gempa Tasikmalaya tersebut. “Pengungsi tidak banyak, mungkin nanti malam sudah bisa kembali ke rumahnya masing-masing. Semalam sempat terjadi peringatan potensi tsunami, tentu di Cipatujah, Pangandaran berhamburan menyelamatkan diri, tapi dua jam kemudian sudah dinyatakan potensi tsunami tidak terjadi sehingga sudah bisa kembali ke rumah masing-masing,” ujar dia.

    Menurut Aher, penanganan pasca bencana yang dilakukan saat ini diantaranya mengevakuasi warga serta melakukan mitigasi bencana. “Kalau tidak rusak rumahnya, aman. Tapi tetap harus diberi penjelasan, insya Allah musibah sudah leawat. Tinggal kita mendata rumah-rumah yang rusak berat, ringan, dan sedang, termasuk sekolah,” kata dia.

    Aher berharap, dampak kerusakan akibat gempa saat ini tidak sebesar gempa yang sempat memicu tsunami di Pangandaran pada 2009 lalu. “Insya Allah tertanangi, kalau dari laporan sementara tidak banyak yang rusak. Insya Allah segera kita akan segera melakukan mitigasi dan normalisasi,” kata Aher.

    Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Dicky Saromi mengatakan, ada 6 daerah yang terdampak gempa Tasikmalaya tersebut. “Kami update per jam 12 siang ini, dari yang kami catat ada 6 kabupaten/kota yang terdampak,” kata dia, Sabtu, 16 Desember 2017.

    Dari data sementara BPBD Jawa Barat, rumah rusak paling banyak terdapat di Ciamis. “Di Ciamis ada 188 rumah rusak. Terdiri dari 50 rumah rusak berat, 83 rumah rusak sedang, 55 rumah rusak ringan,” kata Dicky.

    Di Ciamis juga terdapat warga yang mengungsi. “Ada di 1 kecamatan di Pamarican, Ciamis, ada pengungsian. Sedang kita buatkan poskonya karena kurang lebih ada 200 jiwa terdampak,” kata Dicky.

    Baca juga: Gempa Selatan Pulau Jawa, Dua Orang Meninggal Tertimpa Reruntuhan

    Dicky mengatakan, satu-satunya pengungsian sementara dilaporkan berada di Ciamis di Kecamatan Pamarican tersebut. BPBD Jawa Barat sempat mengirim bantuan karena stok logistik di daerah tersebut minim. “Di Ciamis kami berikan untuk makanan siap saji, dan beberapa tenda. Juga untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya seperti family kit, dan keperluan anak-anak,” kat adia.

    Selanjutnya di Kabupaten Tasikmalaya terdapat terdapat 109 rumah rusak. Terdiri dari 44 rumah rusak ringan, serta 65 rumah rsuak sedang. Di luar itu terdapat 9 sarana prasarana yang rusak yakni SMKN 3 Tasikmalaya rusak sedang, RSUD Dr Soekarjo Tasikmalaya rusak sedang, aula desa rusak, 4 madrasah rusak, dan 2 kantor Polsek rusak.

    Untuk korban jiwa, Dicky mengatakan, laporan yang diterima ada 2 korban meninggal. “Ada dua orang meninggal di Ciamis. Tapi yang langsung terkena dampak gempa itu 1 orang. Sementara satu orang lagi karen sakit. Korban luka-luka masi kita data. Sementara baru 6 orang,” kata Dicky.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.