Panglima TNI: Tentara di Perbatasan Akan Dapat Tunjangan Khusus

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kanan) menjamu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Istana Bogor, 14 Desember 2017. Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, baru dilantik pekan lalu menjadi Panglima TNI yang baru. Tempo/Amirullah Suhada.

    Presiden Jokowi (kanan) menjamu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Istana Bogor, 14 Desember 2017. Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, baru dilantik pekan lalu menjadi Panglima TNI yang baru. Tempo/Amirullah Suhada.

    TEMPO.CO, Bogor - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan prajurit TNI di perbatasan akan mendapatkan insentif khusus. Ini dilakukan agar mereka bisa tenang dalam menjalankan tugas dan meninggalkan keluarga di rumah.

    "Mereka di sana (perbatasan) kita hargai dengan memberi insentif, sehingga mereka mendapatkan tunjangan-tunjangan khusus yang harus diberikan pada prajurit yang ada di sana," kata Hadi seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Kamis, 14 Desember 2017.

    Baca: Jokowi Minta Panglima TNI Majukan Industri Pertahanan Negeri

    Dalam pertemuan dengan Jokowi, Hadi didampingi Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi. Pertemuan itu berlangsung sekitar satu setengah jam dan membahas sejumlah hal. Selain soal kesejahteraan prajurit, mereka juga membahas soal soliditas TNI dan Polri, dan penguatan industri pertahanan.

    Hadi mengatakan, besarnya tunjangan khusus untuk prajurit yang bertugas jauh dari satuan induk di Jakarta itu akan dibahas kemudian. Evaluasi akan dilakukan mengingat saat ini harga-harga sudah banyak yang naik. Dengan tunjangan khusus ini, para prajurit TNI nantinya tidak perlu membawa tunjangan uang lauk pauk (ULP) ke perbatasan. Mereka bisa menggunakan ULP untuk kebutuhan anak istri yang ditinggalkan di rumah.

    "Sehingga mereka tenang juga meninggalkan ULP dan gaji di rumah, karena mereka bertugas lebih dari enam bulan, hampir satu tahun," ujar Hadi.

    Baca juga: Tahun Depan, Uang Lauk TNI dan Polri Naik, Berikut Rinciannya 

    Selain soal tunjangan, kesejahteraan prajurit dalam bentuk kepemilikan rumah pribadi juga menjadi bahasan. Menurut Hadi, bila para prajurit sudah memiliki rumah pribadi, mereka akan merasa aman dan nyaman, karena kebutuhan pokok berupa perumahan bisa dipenuhi.

    Selama ini, menurut Panglima TNI, TNI AD setiap tahun membangun lebih dari 1.000 rumah untuk prajurit. Demikian juga matra lainnya. Proses pembangunan rumah tersebut terus dilakukan. "Bahkan saya diminta untuk melaporkan apa yang diperlukan untuk prajurit," ujar Hadi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.