Panglima TNI Hadi Tjahjanto Masih Menyeleksi Calon KSAU

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi KSAD, dan KSAL, memberi keterangan pers seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, Kamis, 14 Desember 2017. Tempo/Amirullah Suhada.

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi KSAD, dan KSAL, memberi keterangan pers seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, Kamis, 14 Desember 2017. Tempo/Amirullah Suhada.

    TEMPO.CO, Bogor — Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan masih akan menyeleksi calon Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU). Ini dilakukan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Hadi setelah dia menjabat Panglima TNI.

    "Ada beberapa calon yang harus saya sampaikan ke Presiden dan saya seleksi," kata Hadi seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Kamis, 14 Desember 2017. Dia enggan menyebut kapan waktu seleksi akan dilakukan. "Tunggu saja."

    Baca: Hadi Tjahjanto Telah Menyiapkan Tiga Calon KSAU

    Dalam pertemuan dengan Jokowi, Hadi mengaku tidak ada pembahasan soal calon KSAU. Pembicaraan hanya seputar soliditas di internal TNI, kesejahteraan prajurit, dan penguatan industri strategis. Menurut Hadi, soal calon KSAU akan dilaporkan Presiden dalam kesempatan tersendiri.

    Seperti diketahui, posisi KSAU hingga kini masih kosong setelah Hadi dilantik sebagai Panglima TNI pada Jumat pekan lalu. Meski kosong, Hadi mengatakan pengambilan keputusan di jajaran AU tidak terpengaruh. Sebab, jabatan kepala dan wakil kepala staf angkatan TNI bersifat satu kotak. "Jadi kepala staf itu satu kotak dengan wakil kepala staf," ujarnya.

    Lihat: Wakasau Berpeluang Besar Jadi KSAU Menggantikan Hadi Tjahjanto

    Hadi mencontohkan, bila KSAD akan keluar negeri, KSAD tidak perlu memberi surat perintah atau pelaksanaan tugas pada wakil kepala staf. "Jadi kalau ditinggal ke mana pun, otomatis wakil kepala staf bertanggung jawab," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.