Pasca HUT Sewindu, PT PII Targetkan Nilai Proyek Rp 17 Triliun

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seminar Nasional Penjaminan Infrastruktur

    Seminar Nasional Penjaminan Infrastruktur

    INFO NASIONAL - PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) merayakan sewindu usia perusahaan di Ballroom Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis, 14 Desember 2017. Acara dikemas dalam bentuk Konferensi Infrastruktur Nasional dengan pembicara di antaranya  Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

    Menurut Plt. Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Armand Hermawan, perayaan HUT kali ini ditandai dengan suasana yang lebih implementable karena semakin banyak proyek-proyek yang sudah diimplementasikan atau dijalankan.

    “Kedua, HUT sekaligus diselenggarakan untuk promosi kepada kementerian-kementerian maupun pemerintah daerah (pemda) yang belum menggunakan KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha),” ucap Armand Hermawan.

    Melihat antusiasnya undangan yang hadir pada perayaan ini, Armand menargetkan bisa meraih 6-7 proyek per tahun, setidaknya pada 2018, karena pada tahun itu infrastruktur masih terus digenjot. “Nilai tahun depan itu sekitar Rp 17 triliun untuk 6-7 proyek tadi,” ujarnya.

    Dengan terbatasnya APBN, lanjut Armand, KPBU merupakan satu-satunya instrumen untuk pembangunan infrastruktur, karena kementerian/lembaga, khususnya Kementerian Keuangan, sudah menginisiasi regulasi yang cukup banyak sebagai pendukungannya. Kedua, agar swasta mau dan bisa berinvestasi juga butuh banyak  insentif dan regulasi. Untuk itu, sebagai langkah strategis berikutnya, Armand dan jajarannya di PT PII akan memberikan sosialisasi, edukasi dan pemahaman kepada pemda dan kementerian/lembaga yang belum memakai atau menerapkan KPBU.

    “Itulah satu-satunya fokus langkah dan strategi kami, karena project number penting untuk KPBU menjadi lestari. Tadi Pak Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika) dan Pak Basuki Hadimuljono (Menteri PUPR) sudah menyatakan yang mereka rasakan dengan adanya KPBU dan lembaga penjamin seperti kami ini, begitu juga Menteri Pariwisata. Kita juga akan menyampaikan kepada kementerian/lembaga yang lain serta pemda-pemda,” katanya menjelaskan.

    Diungkapkan Direktur Bisnis PLN Jawa Barat Haryanto WS, KPBU sangat membantu dan tentu saja mendukung program dan proyek pemerintah khususnya PLN. “Sayangnya, RUTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) kita memang belum ada yang mengindikasikan untuk skema ini,” tuturnya.

    Sementara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa KPBU di pihaknya sudah ter-set up semuanya, tinggal percepatannya dan kerjasamanya saja yang harus terus ditingkatkan. “Jadi, jangan ego (sektoral) serta harus serius, cepat tapi selamat dan ada kepastian. Itu yang paling dibutuhkan dari KPBU ini, dari sisi pihak investor. Kalau tidak ya wis (sudah), forget it (lupakan saja),” ucapnya.

    Dalam HUT  ke delapan ini, PT PII juga me-launching "Journal of Infrastructure Policy & Management (JIPM)”. Melalui jurnal ini diharapkan kalangan akademisi atau universitas bisa memberikan masukan yang baik dan benar kepada pemerintah daerah terkait kebijakan dan manajemen infrastruktur. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.