MPR Beri Perhatian pada Kelompok yang Belum Menerima Ideologi Pancasila

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI gelar Rapat Pleno di Aryaduta Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Rabu malam 13 Desember 2017. (dok MPR)

    Badan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI gelar Rapat Pleno di Aryaduta Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Rabu malam 13 Desember 2017. (dok MPR)

    INFO MPR – Mulai tahun depan, Badan Sosialisasi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) akan memberi perhatian pada kelompok masyarakat yang belum menerima ideologi Pancasila untuk mendapatkan Sosialisasi Empat Pilar MPR. Langkah pertama yang dilakukan adalah memetakan lebih dahulu kelompok tersebut untuk menentukan program dan metode Sosialisasi Empat Pilar yang tepat.

    Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR Zainut Tauhid Sa’adi, mengungkapkan hal itu seusai Rapat Pleno Badan Sosialisasi MPR, di Aryaduta Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Rabu, 13 Desember 2017. Rapat ini dihadiri pimpinan dan anggota Badan Sosialisasi MPR.

    Menurut Zainut, Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada kelompok yang belum menerima ideologi Pancasila bukan hal baru. Namun MPR menilai perlu ada penekanan kembali kepada kelompok yang dianggap belum bisa menerima Pancasila itu. “Selama ini, Badan Sosialisasi MPR tidak secara khusus memperhatikan kelompok seperti ini. Padahal seharusnya menjadi prioritas,” ujarnya.

    Selama ini, Sosialisasi Empat Pilar MPR lebih banyak diberikan kepada masyarakat yang sudah paham Pancasila. Karena itu, kata Zainut, kelompok masyarakat yang belum menerima ideologi Pancasila ini perlu secara terprogram mendapat perhatian dengan pendekatan yang berbeda agar mereka menerima Pancasila dengan baik.

    Zainut menjelaskan perlu ada pemetaan lebih dulu terhadap kelompok-kelompok seperti itu. Kelompok ini bisa dari kalangan pelajar, mahasiswa, pesantren, dan kelompok lain yang tidak dalam kategori kelompok agama. Ada juga masyarakat dengan paham yang masuk kategori radikal berbasis agama maupun paham lain, seperti sekularisme dan liberalisme. “Mereka juga tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Jadi, radikal bukan hanya dalam kelompok agama saja, tapi juga kelompok radikal sekuler dan liberal,” kata politikus PPP ini.

    “Mahasiswa yang kuliah di luar negeri, yang lama tinggal, dan pola hidup terpengaruh paham kapitalisme dan liberalisme. Itu juga perlu diberikan sentuhan agar kembali pada nilai-nilai Pancasila. Saya kira masih banyak kelompok seperti itu. Pemetaan penting untuk menentukan pendekatan dan metode yang akan dilakukan. Sehingga tidak bisa disamakan dengan pendekatan kepada masyarakat biasa,” ucapnya.

    Selain memberi perhatian pada kelompok-kelompok masyarakat yang masih belum menerima ideologi Pancasila, Badan Sosialisasi MPR juga akan mengadakan pertemuan dengan Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Pertemuan itu dalam rangka memperoleh informasi mengenai tugas pokok dan kewenangan UKP-PIP.

    “Agar kita juga bisa saling sharing pengalaman-pengalaman dari Badan Sosialisasi MPR, kita juga ingin mendapatkan informasi dari UKP-PIP tentang rencana dan kegiatan yang mau dilakukan. Sehingga kita bisa saling mengisi dan menguatkan program untuk membumikan Pancasila serta nilai-nilai Empat Pilar MPR yang lain,”tuturnya seraya mengatakan pertemuan akan dilakukan dalam waktu dekat, agar bisa dijabarkan dalam program Badan Sosialisasi MPR. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.