Pilgub Jatim, Gerindra Beri Tenggat La Nyalla Cari Parpol Koalisi

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • La Nyalla Mattalitti. TEMPO/Ilham Fikri

    La Nyalla Mattalitti. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Surabaya - Partai Gerindra mengirimkan surat kepada La Nyalla Mattalitti yang telah membulatkan tekad mencalonkan diri untuk Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim 2018) mendatang. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Ahmad Muzani.

    Gerindra memberi tenggat 10 hari kepada La Nyalla untuk mencari koalisi, terhitung sejak Minggu, 10 Desember 2017 hingga 20 Desember 2017. Tugas kepada bekas Ketua Umum PSSI itu tercantum dalam sepucuk surat Partai Gerindra berkop DPP Partai Gerindra.

    Baca juga: Girangnya Gus Ipul- Anas, Megawati Ikuti Saran Kiai

    “Saya tidak bisa menafsirkan melebihi apa yang tersurat di surat tersebut,” kata Sekretaris Partai Gerindra DPD Jawa Timur Anwar Sadad kepada wartawan di Hotel Yello Surabaya, Rabu, 13 Desember 2017.

    Sadad mengatakan, surat tugas itu diberikan oleh Prabowo Subianto untuk menyiapkan infrastruktur kelengkapan La Nyalla sebagai bakal calon gubernur. Mulai partai pendukung hingga tim pemenangan. “Kami berikan kesempatan kepada beliau untuk bekerja,” ucapnya.

    Dalam surat itu, terdapat lima poin tugas untuk La Nyalla. Pertama, usulan La Nyalla untuk mendapat dukungan Gerindra sebagai bakal calon gubernur Jawa Timur 2018-2023 sedang diproses di tingkat pusat.

    Kedua, La Nyalla diminta memastikan dukungan dari partai lain dan menyiapkan kelengkapan pemenangan. Ini untuk melengkapi persyaratan pencalonan.

    Berikutnya, apabila sampai 20 Desember 2017 La Nyalla tak mampu memenuhi persyaratan tersebut. maka surat tugas itu dianggap otomatis tak berlaku.

    Maka, kata Sadad, pihaknya berharap La Nyalla dapat menjalankan tugas dan memanfatkan kesempatan yang diberikan Partai Gerindra. “Apapun itu adalah amanat dari Pak Prabowo untuk Pak Nyalla melakukan komunikasi kepada partai-partai yang lain agar mewujudkan poros ketiga ini,” tutur dia.

    Sadad menambahkan, seluruh jajaran Partai Gerindra di tingkat daerah pun wajib memberikan dukungan kepada La Nyalla. Termasuk menawarkan diri untuk membantunya dalam upaya komunikasi dengan partai politik lainnya. “Bahwa kemudian andai tanggal 20 Desember nanti ternyata (koalisi) tidak tercapai, partai harus mengambil langkah strategis untuk memgambil langkah politik yang lain.”  

    La Nyala belum berhasil dikonfirmasi terkait surat dari Gerindra ini.

    Beberapa partai politik telah menyatakan dukungannya secara resmi kepada pasangan bakal calon Pilgub Jatim 2018. PDIP dan PKB mengusung Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas, sedangkan Partai Golkar dan Demokrat memutuskan mengusung Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.