Sidang Setya Novanto, KPK: Ini Ujian...

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah memberi keterangan terkait pemeriksaan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP di Gedung KPK, Jakarta, 3 Juli 2017. Tempo/ Arkhelaus W.

    Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah memberi keterangan terkait pemeriksaan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP di Gedung KPK, Jakarta, 3 Juli 2017. Tempo/ Arkhelaus W.

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan lambannya proses sidang perdana kasus e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto merupakan ujian. "Bagi proses penegakan hukum kita," kata Febri di Gedung KPK, Rabu 13 Desember 2017.

    Tak hanya itu, KPK percaya hakim akan tegas meneruskan proses hukum pemeriksaan di persidangan. KPK juga mengharapkan sidang akan dilanjutkan lantaran kondisi kesehatan Setya telah dinyatakan baik oleh dokter Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

    Baca juga: Ketika Setya Novanto Tak Bisa Mendengar di Sidang Perdana E-KTP

    Febri mengingatkan agar tak ada pihak yang berupaya menghambat penanganan perkara.

    Sidang perdana Setya Novanto sempat diwarnai dengan tiga kali penundaan. Saat pertama kali dimulai dan hakim mulai dengan pemeriksaan identitas terdakwa, Setya Novanto tak menjawab pertanyaan hakim. "Apakah benar saudara Setya Novanto?" kata hakim. Namun hal itu tak dijawab Setya Novanto.

    Baca juga: KPK Minta Setya Novanto Kooperatif dalam Persidangan

    Setya Novanto pun sempat beberapa kali izin ke toilet dengan alasan diare. Hakim Yanto yang memimpin sidang sempat menskors cukup lama sidang agar dokter memeriksa Setya Novanto. Bahkan KPK ikut mendatangkan dokter dari RSPAD Gatot Subroto sesuai permintaan Setya Novanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.