Idrus Marham Sebut Aziz Masih Berpeluang Jadi Ketua DPR

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham di Kantor DPP Golkar, Jakarta, 6 Desember 2017. Tempo/Adam Prireza

    Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham di Kantor DPP Golkar, Jakarta, 6 Desember 2017. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham mengatakan Aziz Syamsuddin masih berpeluang menduduki kursi Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. "Saya rasa semua kader Golkar berpeluang," ujar Idrus sat menghadiri Pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Kasgoro 1957 di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Selasa, 12 Desember2017.

    Menurut Idrus, penunjukkan Aziz oleh Setya yang memilih mundur dari DPR sudah dibicarakan sebelumnya. Pada Jumat, 8 Desember 2017, Idurs sebagai Plt Ketua Umum Golkar memproses penunjukkan tersebut. Ia mengatakan sudah berdiskusi dengan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie. "Ketua Dewan Pembina memberikan rekomendasi, saya kira proses ini sudah dibicarakan," kata dia.

    Baca: Aziz Syamsuddin Tak Ambil Pusing Penolakan di Internal Golkar

    Menurut Idrus, ramainya pembahasan terkait penunjukkan Aziz tersebut adalah imbas dari rencana musyawarah nasional luar biasa Partai Golkar. Kata Idrus, yang terbaik saat ini adalah mengikuti proses politik di internal Golkar yang berjalan dinamis. "Yang penting tujuan dan niat kita satu, yaitu bagaimana Golkar bisa menyelesaikan masalah internalnya," ujar Idrus.

    Sebelumnya Setya Novanto mengirimkan surat pengunduran dirinya sebagai Ketua DPR pada Jumat, 8 Desember 2017. Bersama dengan surat itu, Setya juga menunjuk Ketua Badan Anggaran DPR Aziz Syamsuddin sebagai penggantinya. Penunjukkan Setya inilah yang kemudian dipermasalahkan.

    Baca: Fadli Zon Jadi Pelaksana Tugas Ketua DPR Gantikan Setya Novanto

    Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung mempertanyakan adanya surat penunjukan Azis tersebut. Sebab, surat itu ditandatangani oleh Setya Novanto. Menurut Akbar, seharusnya Idrus sebagai Plt Ketua Umum Golkar yang meneken surat itu.

    Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah menilai tindakan Setya tidak benar. Ia mengatakan Setya tidak bisa seenaknya menunjuk Aziz sebagai Ketua DPR. Penunjukkan Idrus sebagai Plt Ketua Umum Golkar seharusnya membuat diskresi Setya gugur.

    Baca: Ini Surat Aburizal Bakrie Dukung Aziz sebagai Ketua DPR

    Politikus senior Partai Golkar, Hajriyanto Thohari, menyampaikan bahwa penunjukkan Aziz itu belum bulat karena tidak sesuai dengan mekanisme di partai. Meski Setya Novanto masih berstatus Ketua Umum Partai Golkar, kata Hajriyanto, penunjukan Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR belum final. “Pengambilan keputusan harus melalui rapat pleno.”


     

     

    Lihat Juga