Kader Daerah Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Golkar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penyerahan surat resmi desakan Munaslub oleh 31 DPD di kantor DPP Pusat Golkar, Jakarta, 6 Desember 2017. Tempo/Adam Prireza

    Suasana penyerahan surat resmi desakan Munaslub oleh 31 DPD di kantor DPP Pusat Golkar, Jakarta, 6 Desember 2017. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar dari berbagai wilayah menggelar doa bersama di kantor Dewan Pimpinan Pusat Golkar, Jakarta, hari ini. Menurut Wakil Sekretaris Bidang Organisasi DPD Golkar Jawa Barat Sukim Nur Arief, kegiatan ini bertujuan untuk perubahan di internal Golkar melalui musyawarah nasional luar biasa.

    "Demi keselamatan Partai Golkar atas terpaan berbagai macam isu," kata Sukim di kantor DPP Golkar, Jakarta, Selasa, 12 Desember 2017.

    Baca juga: Airlangga Hartarto: Munaslub Partai Golkar Digelar Pekan Depan

    Kegiatan yang digelar Satuan Karya Ulama Partai Golkar ini dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, setelah peserta melaksanakan salat zuhur. Menurut salah satu panitia acara, sampai saat ini sudah berkumpul sekitar 700 orang kader Golkar. Sukim mengatakan jumlah tersebut akan bertambah, melihat masih banyak kader dari berbagai wilayah yang masih dalam perjalanan.

    Melalui doa bersama ini, Sukim mewakili DPD berharap para elite partai dan DPP Golkar dapat terenyuh hatinya untuk segera melakukan perubahan yang signifikan. Ia pun merasa DPP Golkar seakan mengulur waktu perihal penggantian kepemimpinan. Jika sayang kepada Golkar, kata Sukim, para elite harus segera melakukan perubahan. Salah satunya melalui munaslub. "Jika tidak sayang, ya, bisa bubar juga masyarakat Golkarnya," ujarnya.

    Baca juga: Mahyudin: Loyalis Setya Novanto di Golkar Masih Banyak

    Sebelumnya, pada 6 Desember lalu, sebanyak 31 DPD tingkat 1 Golkar berkumpul di kantor DPP Partai Golkar untuk menyerahkan surat resmi berisi desakan agar DPP menggelar munaslub.

    Salah satu poin dalam surat itu adalah desakan segera menggelar munaslub untuk memperbaiki citra partai berlambang pohon beringin itu.

    Dorongan untuk menggelar Munaslub Golkar menguat setelah Setya Novanto menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus korupsi pengadaan proyek kartu tanda penduduk elektronik. Sejumlah tokoh, seperti Airlangga Hartarto, Idrus Marham, dan Titiek Soeharto, disebut-sebut menjadi kandidat kuat pengganti Setya Novanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.