Bea Cukai Minta Masyarakat Waspadai Penipuan Impor Barang Kiriman

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bea Cukai Minta Masyarakat Waspadai Penipuan Impor Barang Kiriman

    Bea Cukai Minta Masyarakat Waspadai Penipuan Impor Barang Kiriman

    INFO NASIONAL - Belanja online saat ini memang menjadi kemudahan yang sedang digemari. Kemudahan untuk membeli barang dengan hanya memesan melalui media elektronik, bahkan membeli barang dari luar negeri, siapa yang tidak mau?

    Meskipun demikian, bukan berarti tidak ada hal negatif yang terjadi saat melakukan transaksi online. Penipuan berkedok barang kiriman masih terjadi dan terjadi lagi. Mirisnya, para korban mudah terjerat karena pelaku penipuan mengatasnamakan instansi pemerintah, dalam hal ini petugas Bea Cukai, dalam aksinya. Berikut adalah ulasan agar kita dapat mengantisipasi terjadinya penipuan, sehingga transaksi online tetap aman.

    Kita perlu waspada apabila ada seseorang yang menghubungi dan kemudian menyampaikan permintaan untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi tertentu, yang mengatasnamakan pungutan negara di bidang impor, antara lain bea masuk, cukai, dan pajak dalam rangka impor.

    Direktur Kepabeanan Internasional dan Antarlembaga Bea Cukai Robert Leonard Marbun mengatakan petugas Bea Cukai tidak menghubungi wajib bayar melalui telepon untuk menginformasikan jumlah bea masuk dan pajak dalam rangka impor yang harus diselesaikan. Pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor dilakukan Bank Devisa Persepsi atau Kantor Pos Persepsi khusus untuk barang kiriman melalui perusahaan jasa titipan dan Kantor Pos khusus untuk barang kiriman melalui pos atau express mail service (EMS).

    “Pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor atas barang kiriman tidak dilakukan melalui nomor rekening pribadi atau perorangan, melainkan melalui kuasa penerima barang (melalui perusahaan jasa titipan bersangkutan, baik melalui rekening atau melalui kantor perusahaan jasa titipan bersangkutan). Khusus untuk barang kiriman melalui perusahaan jasa titipan atau melalui loket kantor pos khusus untuk barang kiriman melalui pos atau EMS,” ujarnya.

    Pembayaran penerimaan negara dalam rangka impor dilakukan menggunakan dokumen yang disebut Surat Setoran Pabean, Cukai, dan Pajak dalam Rangka Impor (SSPCP) yang dilampiri dengan Pemberitahuan Pabean Impor (dalam hal ini adalah Pemberitahuan Impor Barang Khusus atau BC 2.1 khusus untuk barang kiriman melalui perusahaan jasa titipan atau Pencacahan dan Pembeaan Kiriman Pos atau PPKP khusus untuk barang kiriman melalui pos atau EMS).

    Apabila terdapat pihak-pihak yang menginformasikan terdapat barang kiriman yang ditahan atau ditegah Bea Cukai, maka informasi tersebut harus dapat dibuktikan dengan Surat Bukti Penindakan.

    “Kebenaran dan validitas Surat Bukti Penindakan tersebut dapat dikonfirmasikan melalui contact center Bravo Bea Cukai di nomor telepon 1500225 atau Kantor Pabean yang menangani, dengan menginformasikan nomor dan tanggal Surat Bukti Penindakan beserta nama petugas Bea Cukai yang menandatangani Surat Bukti Penindakan tersebut,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.