Soal Yerusalem, Jokowi Minta Negara OKI Satu Suara Bela Palestina

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Menkopolhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Mensesneg Pratikno dan Juru Bicara Presiden Johan Budi menjawab pertanyaan wartawan usai menyampaikan pernyataan sikap terkait pernyataan sepihak Amerika Serikat atas diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 7 Desember 2017. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo didampingi Menkopolhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Mensesneg Pratikno dan Juru Bicara Presiden Johan Budi menjawab pertanyaan wartawan usai menyampaikan pernyataan sikap terkait pernyataan sepihak Amerika Serikat atas diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 7 Desember 2017. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta negara-negara Organisasi Kerja sama Islam (OKI) untuk membulatkan suara membela Palestina. Seruan ini akan disampaikan Jokowi pada KTT Luar Biasa OKI yang akan berlangsung di Istanbul, Turki. Hal tersebut dilakukan menanggapi tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengumumkan bahwa pemerintahannya mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

    "Kita meminta negara-negara OKI untuk membulatkan suara dan persatuan guna membela Palestina," kata Jokowi saat akan bertolak ke Istanbul di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, 12 Desember 2017.

    Baca: Tokoh Agama Indonesia Tolak Keputusan Trump Soal Yerusalem

    Dalam KTT Luar Biasa OKI pada Rabu, 13 Desember 2017, Jokowi akan menyampaikan pemerintah dan rakyat Indonesia menolak pengakuan sepihak oleh Amerika Serikat terkait Yerusalem. Ia juga akan menyampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh negara-negara anggota OKI untuk membela Palestina, baik secara bersama maupun individu.

    Sebelumnya Presiden Amerika Donald Trump menyampaikan secara resmi keputusan pemerintahannya untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pernyataan Trump itu menuai protes dan kecaman keras negara-negara lain karena dianggap melanggar kesepakatan internasional dan bisa membahayakan perdamaian dunia.

    Jokowi mengatakan KTT Luar Biasa OKI ini adalah kesempatan pertama bagi negara-negara OKI untuk secara bersama dan tegas menolak keputusan Presiden Trump soal Yerusalem tersebut. Dia berharap kunjungannya ke Turki akan memberikan manfaat nyata bagi upaya perdamaian dunia, khususnya penyelesaian sengketa antara Palestina dan Israel.

    Baca: Militer Malaysia Siap Dikirim ke Yerusalem

    Dalam kunjungannya ke Turki, Presiden hanya untuk satu agenda yaitu membahas isu Palestina dalam KTT Luar Biasa OKI. Jokowi menyampaikan dirinya dan rombongannya akan kembali ke Jakarta pada Kamis, 14 Desember 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.