Mau Berlibur Natal dan Tahun Baru? Simak Pesan Tito Karnavian

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kemacetan lalu lintas. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Ilustrasi kemacetan lalu lintas. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengimbau masyarakat tidak pulang kampung bersamaan pada libur Natal 2017 dan tahun baru 2018. Hal itu bertujuan menghindari kemacetan arus mudik akibat lonjakan volume kendaraan yang drastis.

    "Kami minta masyarakat tidak berbondong-bondong pulang kampung," kata Tito di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, pada Selasa, 12 Desember 2017. Menurut Tito, Hari Natal dan cuti bersama pada 25 dan 26 Desember 2017 yang jatuh pada Senin dan Selasa berpotensi menyebabkan migrasi arus mudik.

    Baca: Kapolri Pastikan Belum Ada Ancaman Teroris Jelang Natal dan Tahun Baru 2018

    Masyarakat diperkirakan akan mengambil cuti libur panjang hingga malam tahun baru 1 Januari 2018. Untuk menghindari lonjakan volume kendaraan yang drastis, Tito meminta para pemudik pulang kampung secara bergiliran. "Misalnya ada yang pulang Sabtu, lalu Minggu, dan Senin," ujar Tito.

    Menurut Tito, saat ini, polisi bekerja sama mengantisipasi persoalan lalu lintas tersebut dengan pihak terkait, seperti Kementerian Perhubungan serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

    Baca juga:
    Natal dan Tahun Baru, Ada 50 Bus Mudik Gratis ke...
    Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2018, Polisi Kerahkan 141.639 Personel

    Jumlah pemudik menjelang Natal 2017 dan tahun baru 2018 diprediksi akan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Kementerian Perhubungan memperkirakan kenaikan jumlah pemudik itu bisa mencapai angka 1,91 persen. Sedangkan jumlah kendaraan diprediksi akan meningkat hingga 10 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.