Aher Mengajak Warga Kembangkan Budi Daya Ikan Sidat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aher Mengajak Warga Kembangkan Budi Daya Ikan Sidat

    Aher Mengajak Warga Kembangkan Budi Daya Ikan Sidat

    INFO JABAR - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak warga Jawa Barat mengembangkan budi daya ikan sidat karena bernilai ekonomi tinggi. "Ikan sidat nilai kesehatannya tinggi maka dicari orang. Harganya pun cukup tinggi,” ujarnya, di Gedung Negara Pakuan, Minggu, 10 Desember 2017.

    Menurut Aher, Jepang merupakan salah satu pasar potensial ikan sidat. “Saya sempat beberapa kali kunjungan kerja ke Jepang, di sana pasar sidat terbuka luas," kata Aher, sapaan akrab Gubernur.

    Aher menjelaskan untuk menembus pasar ekspor, pembudidaya ikan sidat harus menggandeng investor. Pembudidayaan harus dilakukan di dalam negeri sehingga benih ikan sidat tidak beredar di luar negeri. Dengan begitu, potensi yang “mahal” ini seutuhnya dimiliki Indonesia. "Bibitnya dari sini, harus dikembangkan di sini dong," ucapnya.

    Saat ini, benih ikan sidat sudah mulai dikomersilkan sejumlah nelayan, di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Mereka menjual per kilogram berisi sekitar 5.000 benih seharga Rp 150 ribu. "Kalau ikan sudah besar, diekspor ke Jepang bisa sampai Rp 1 juta lebih per kilogram. Sementara di dalam negeri harganya bisa Rp 300 ribu–Rp 400 ribu per kilogram," tuturnya.

    Aher mengatakan pemerintah akan mensosialisasikan kepada masyarakat kalau sidat adalah “emas”. Masyarakat perlu mengetahui nilai ekonomi sekaligus nilai gizi ikan sidat, sehingga mereka tidak menyia-nyiakan potensi yang ada.

    Ikan sidat yang di Jepang dikenal dengan sebutan unagi, mulai menjadi incaran investor asing. Di Indonesia, ikan sidat hidup terutama di perairan Samudra Indonesia. Dari 18 spesies sidat yang ada di dunia, 12 di antaranya ada di Indonesia. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?