Densus 88 Tangkap 12 Terduga Teroris di Sumatera Selatan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Densus 88 mengamankan delegasi negara asing pada konferensi tingkat menteri saat simulasi penanggulangan teror di Bandara Ngurah Rai, Bali, 17 November 2017. ANTARA FOTO

    Anggota Densus 88 mengamankan delegasi negara asing pada konferensi tingkat menteri saat simulasi penanggulangan teror di Bandara Ngurah Rai, Bali, 17 November 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Detasemen Khusus Antiteror 88 Mabes Polri menangkap 12 terduga teroris di Sumatera Selatan. "Ini akan terus dikembangkan," kata Kepala Polda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara di kantornya, Senin, 11 Desember 2017.

    Penangkapan ini merupakan pengembangan dari tertangkapnya pemasok senjata api untuk jaringan teroris oleh Asep di Kabupaten Ogan Komering Ulu beberapa bulan lalu.

    Baca juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Jaringan Abu Jandal

    Menurut Zulkarnain, 12 orang yang ditangkap itu belum berstatus tersangka. Densus 88 masih terus memeriksa mereka. Karena itu, belum diketahui peran mereka dalam jaringan teroris, apakah sebagai penyedia senjata api, melindungi terduga teroris, atau terlibat langsung.

    Zulkarnaen mengatakan 12 orang yang ditangkap itu diduga bagian dari kelompok Jemaah Anshorut Khilafah. Sebelumnya, kelompok tersebut juga ditangkap Densus 88 di Jambi pada Agustus lalu.

    Baca juga: Dalam Tempo 6 Jam, Densus 88 Tangkap 9 Terduga Teroris

    Para terduga teroris itu masih diperiksa secara intensif di Mako Brimob Polda Sumatera Selatan. Sebelumnya, Densus 88 menangkap jaringan teroris di Jawa Timur. Kapolri Jenderal Tito Karnavian beberapa waktu lalu mengatakan polisi mengantisipasi beberapa kerawanan perayaan Natal, salah satunya terorisme.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.