Titiek Soeharto Berniat Jadi Ketua Golkar, Pengamat: Belum Teruji

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR dari fraksi Partai Gerindra,Titiek Soehartoberfoto di mimbar utama pada jeda Sidang Paripurna pemilihan Pimpinan MPR di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 7 Oktober 2014. Sidang Paripurna ke-3 ini diselenggarakan untuk memilih Pimpinan MPR periode 2014-2019. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota DPR dari fraksi Partai Gerindra,Titiek Soehartoberfoto di mimbar utama pada jeda Sidang Paripurna pemilihan Pimpinan MPR di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 7 Oktober 2014. Sidang Paripurna ke-3 ini diselenggarakan untuk memilih Pimpinan MPR periode 2014-2019. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, menilai Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto belum memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menjadi Ketua Umum Partai Golongan Karya. Menurut Siti, Titiek belum teruji secara kapasitas dan kapabilitas dalam dunia perpolitikan.

    "Mbak Titiek belum, sih, ya, kayaknya, belum teruji," ujarnya saat ditemui di Hotel Manhattan, Jakarta, Ahad, 10 Desember 2017. "Jadi anggota DPR waktu itu pun ada pengaruh nama besar Pak Harto."

    Baca: Ikut Laga Ketua Golkar, Titiek Soeharto Tantang Airlangga

    Siti menganggap Titiek sebagai orang yang baru masuk ke dunia politik. Menurut dia, dalam pemilihan ketua umum sebuah partai, pencapaian calon menjadi pertimbangan penting. "Mbak Titiek, kalau kita evaluasi sejak masuk Golkar sampai detik ini, dilihat saja apa achievement-nya," katanya.

    Meski demikian, Siti melihat dukungan untuk Titiek masih ada walaupun tidak sekental zaman Orde Baru. Hal itu, kata dia, disebabkan banyaknya faksi dalam internal Partai Golkar saat ini. "Perubahan fragmentasi itu yang menyebabkan dibutuhkannya sosok yang memiliki talenta untuk mengelola perbedaan," ucapnya.

    Lihat: Titiek Soeharto Maju Ketum Golkar, Begini Tanggapan Mahyudin

    Siti mencontohkan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang dianggap memiliki kekuatan sebagai pemersatu partai. Menurut Siti, Megawati memiliki kemampuan merawat stabilitas, kohesivitas, dan soliditas partai. "Itu kekuatannya (Megawati)," tuturnya.

    Sebelumnya, karena prihatin dengan penurunan elektabilitas Partai Golkar di bawah kepemimpinan Setya Novanto, Titiek Soeharto menyatakan siap berlaga dalam pemilihan ketua umum dalam forum musyawarah nasional luar biasa. Putri mantan Ketua Dewan Pembina Golkar, Soeharto, itu mengaku siap berhadapan dengan nama-nama yang digadang turut mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Golkar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.