Mangindaan Mengajak Masyarakat Nasrani Jaga Pancasila

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mangindaan Mengajak Masyarakat Nasrani Jaga Pancasila

    Mangindaan Mengajak Masyarakat Nasrani Jaga Pancasila

    INFO MPR - Di hadapan jemaat Gereja ST. Leo Agung, Jatiwaringin, Jakarta Timur, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) EE. Mangindaan, mengajak masyarakat Nasrani menjaga Pancasila dengan baik. Caranya dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

    “Hanya dengan cara itu Pancasila akan aman,” ujarnya saat membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR di hadapan jemaah Gereja ST. Leo Agung Jatiwaringin, Jakarta Timur, Minggu, 10 Desember 2017. Ikut hadir pada acara itu anggota MPR kelompok DPD, Marharny Pua dan Dewan Paroki ST. Leo Agung Jatiwaringin, RM 'unradus Budin Mukin.

    Indonesia, kata Mangindaan, akan tumbuh menjadi negara besar jika terus mempertahankan Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa. Karena itu, orang-orang yang tidak ingin melihat Indonesia menjadi negara besar, berusaha mengganti Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.

    Sayangnya, menurut Mangindaan, BP7 sebagai lembaga yang dulu bertugas mensosialisasikan Pancasila malah dibubarkan. Beruntung, tugas-tugas mensosialisasikan Pancasila itu bisa dilakukan MPR. "Tetapi, MPR tidak akan sanggup melakukan sosialisasi sendiri, karena MPR tidak memiliki kaki di bawah. Karena itu, perlu ada lembaga negara yang memiliki tugas khusus melaksanakan sosialisasi seperti halnya BP7 di zaman orde baru," katanya.

    Apalagi, dia mengatakan di masa yang akan datang, tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara akan semakin besar. “Bahkan tantangan itu bukan hanya datang dari luar negeri tetapi juga dalam negeri. Karena itu, menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari benar-benar harus dilaksanakan,” ucapnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?