Yorrys Raweyai: Ada Kepentingan di Balik Aziz Jadi Ketua DPR

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai saat menghadiri pertemuan antara partai politik pendukung Ahok-Djarot, di Hotel Novotel, Jalan Gadjah, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Maret 2017. Tempo/Egi Adyatama

    Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai saat menghadiri pertemuan antara partai politik pendukung Ahok-Djarot, di Hotel Novotel, Jalan Gadjah, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Maret 2017. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Golkar, Yorrys Raweyai, mengatakan ada upaya untuk mempertahankan kekuasaan Ketua Umum Golkar nonaktif, Setya Novanto, dengan menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

    "Ada kekuatan yang ingin mempertahankan kekuasaannya dengan melindungi para koruptornya," katanya di Hotel Manhattan, Jakarta, Ahad, 10 Desember 2017. "Ini tidak boleh terjadi."

    Baca juga: Airlangga Hartarto Siap Bersaing untuk Posisi Ketum Golkar

    Yorrys menganggap penunjukan Aziz oleh Setya merupakan hal yang tidak lazim mengingat kondisinya yang saat ini sedang menjadi tersangka dan tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi atas kasus dugaan korupsi pengadaan proyek kartu tanda penduduk elektronik.

    "Kira-kira DPR sendiri kalau menerima itu lucu kan, Golkar apalagi," ujar Yorrys.

    Di sisi lain, Airlangga Hartarto mengatakan keputusan-keputusan strategis Golkar seharusnya lebih dulu dibahas pelaksana tugas ketua umum, ketua harian, dan koordinator bidang. Ia pun mengaku hingga saat ini belum ada informasi soal rapat pembahasan hal tersebut.

    "Ini berproses di luar jalur yang biasanya ditempuh dalam sebuah partai politik, terutama Partai Golkar," ujar Airlangga. 

    Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin membenarkan penunjukan Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR oleh Setya Novanto.

    Penunjukan Aziz sebagai Ketua DPR oleh Setya, menurut Mahyudin, tidak masalah karena hingga kini Setya masih Ketua Umum Partai Golkar serta jabatan Ketua DPR memang jatah Golkar.

    Politikus Golkar, Roem Kono, mengatakan Setya telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai Ketua DPR. Setya merekomendasikan Aziz sebagai calon penggantinya di DPR.

    ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.