Lukisan Setya Novanto Terpajang di Festival Hari Antikorupsi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang saat berkunjung di instalasi seni Plasticology dalam Festival Hari Antikorupsi di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, 9 Desember 2017. BRAM SETIAWAN

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang saat berkunjung di instalasi seni Plasticology dalam Festival Hari Antikorupsi di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, 9 Desember 2017. BRAM SETIAWAN

    TEMPO.CO, Denpasar - Lukisan tersangka kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Setya Novanto, terpajang di stan Plasticology dalam acara Festival Hari Antikorupsi di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Sabtu, 9 Desember 2017.

    Lukisan dengan medium plastik itu merupakan karya I Wayan Tu Adi, 14 tahun. "Saya membuat ini untuk mengingatkan para pemimpin di negara kita agar tidak melakukan korupsi yang melanggar hukum dan merugikan negara," kata Wayan, Sabtu.

    Lukisan itu dibingkai dengan frame berukuran 60 x 70 sentimeter. Setya dilukiskan dalam bentuk karikatur. Tangan kirinya menenteng tiang listrik yang berisi tulisan "The Best Actor of The Year, #Love Tiang Listrik, Kasus E-KTP". "Saya ikuti berita terkait dengan dia (Setya Novanto) melarikan diri. Kisah pelariannya seperti di film-film," tuturnya.

    Baca: Hakim: Apa Masih Ada Gunanya Praperadilan Setya Novanto Dilanjut

    Wayan menggambarkan Setya memakai sepatu berbentuk tikus dan berperut buncit. "Koruptor itu berlari seperti tikus," katanya. Lukisan tersebut menggunakan medium kantong plastik dan bekas kemasan makanan ringan yang dibuat selama tiga hari. Selama pengerjaan lukisan tersebut, Wayan dibina seniman Plasticology, Made Bayak, 37 tahun.

    Plasticology ikut menghasilkan karya dari 17 anak-anak yang berusia dari 8-14 tahun. Menurut Made, ia tidak mengarahkan anak-anak membuat figur koruptor yang dilukiskan tersebut. "Itu terserah mereka. Secara umum, saya melihat potensi mereka kritis lewat media seni," ucapnya.

    Simak: Setya Novanto Ajukan Surat Pengunduran Diri sebagai Ketua DPR

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar perayaan Festival Hari Antikorupsi di Bali. KPK berkolaborasi dengan 16 komunitas, yaitu Manikaya Kauci, Jatijagat Kampung Puisi, Lingkara Photography, SAMAS Bali, Konsorsium Komunitas Pemerintah Kota Denpasar, Akar Rumput dan RDS, Bintang Gana, Seni Lawan Korupsi, Luden House, AJI Denpasar, Ruang Asah Tukad Abu, Plasticology, Sanggar Purbacaraka Universitas Udayana, Komunitas Djamur, Komunitas Pojok, dan Rumah Sanur. KPK mengangkat tema “Puputan! Lawan Korupsi”.

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan tema tersebut diangkat dari kearifan lokal di Bali. "Puputan itu perjuangan sampai (kolonial) Belanda pergi. Nilai-nilai itu ada di sini, kerja keras, disiplin, dan integritas," katanya.

    Saat berkunjung ke instalasi seni Plasticology, Saut sempat berbincang dengan anak-anak yang melukis menggunakan medium plastik. Ia pun sempat memfoto karya Plasticology yang dibuat anak-anak binaan Made Bayak.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.