Jokowi Minta Perbaikan di Gunung Kidul Selesai dalam 3 Bulan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI  mengevakuasi korban banjir di Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, DI Yogyakarta, 29 November 2017. ANTARA FOTO

    Anggota TNI mengevakuasi korban banjir di Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, DI Yogyakarta, 29 November 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menginstruksikan perbaikan infrastruktur rusak akibat siklon tropis Cempaka pada November 2017 selesai dalam waktu kurang lebih tiga bulan. Hal itu diungkapkan Jokowi saat meninjau jembatan rubuh di Dusun Gelaran I Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo Gunung Kidul Yogyakarta Sabtu 9 Desember 2017.

    "Ini sebenarnya jembatan kecil, tapi karena darurat, pemerintah kabupaten tak memiliki anggaran perbaikan, maka saya perintahkan PU (Kementerian Pekerjaan Umum) bantu perbaiki, maksimal tiga bulan," ujar Jokowi.

    Baca juga: Volume Air Sungai Naik, Yogyakarta Siaga Banjir

    Jembatan bernama Bonjing sepanjang 20 meter itu menghubungkan Dusun Gelaran dengan pusat perekonomian di ibukota Kabupaten Gunungkidul, Wonosari. Namun pasca diterjang banjir Kali Oya yang meluap pada 28 November 2017 lalu, jembatan itu pun rubuh. Sebanyak 95 kepala keluarga terisolir dan harus berputar sejauh 30 kilometer untuk menuju pusat kabupaten.

    Jokowi menambahkan kunjungannya ke daerah bencana ingin memastikan titik mana saja yang butuh penanganan darurat, yang butuh bantuan pusat. "Fasilitas seperti sekolah rusak, harus mulai dikerjakan perbaikannyan mulai Januari 2018, kegiatan belajar mengajar tidak boleh terganggu," ujar Jokowi.

    Perbaikan fasilitas-fasilitas umum vital itu tak hanya berlaku di Kabupaten Gunungkidul. Tapi juga wilayah lain yang terdampak parah cuaca ekstrem kemarin seperti Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Wonogiri. Jokowi menuturkan semua tingkatan pemerintah baik daerah, provinsi, dan pusat harus berperan dalam menyelesaikan perbaikan dampak bencana.

    Baca juga: Siaga Darurat Bencana Yogyakarta Diberlakukan Sepekan

    "Mana yang ditangani daerah, provinsi dan pusat, apa saja," ujarnya. Sedangkan untuk dampak lain seperti layanan kesehatan, pengungsi dan logistik, Jokowi mengaku tak ada keluhan berarti.

    Pada bencana akibat cuaca ekstrem akhir November lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY mencatat sepuluh orang meninggal dunia. Baik karena terdampak banjir maupun tanah longsor yang dominan terjadi di Kabupaten Gunung Kidul, Kulon Progo serta Bantul. Kerugian yang dialami Yogya terkait bencana dari siklon tropis Cempaka itu berkisar Rp 200 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.