FKPPI Apel di Monas, Angkat Jokowi sebagai Anggota Kehormatan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo dalam upacara Apel Kebangsaan Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) di lapangan Monumen Nasional Jakarta, 9 Desember 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Presiden Joko Widodo dalam upacara Apel Kebangsaan Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) di lapangan Monumen Nasional Jakarta, 9 Desember 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Forum Keluarga Putra-Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI) mengangkat Presiden Joko Widodo sebagai anggota kehormatan saat apel kebangsaan yang mereka gelar di Silang Monas, Jakarta, Sabtu, 9 Desember 2017.

    “Kami tetapkan Bapak Joko Widodo sebagai anggota kehormatan keluarga besar FKPPI,” ujar Sekretaris Jenderal FKPPI Bahryoen Soetjipto yang membacakan surat pengangkatan Jokowi.

    Baca: FKPPI Undang MPR Hadiri Apel Kebangsaan

    Bahriyoen menuturkan ada beberapa alasan Jokowi diangkat sebagai anggota kehormatan FKPPI. Pertama, Jokowi telah menunjukkan komitmennya terhadap pemantapan nilai-nilai luhur Pancasila, di antaranya membentuk Unit Kerja Presiden Bidang Pemantapan Ideologi Pancasila.

    Alasan kedua, Jokowi sudah memberikan perhatian yang besar terhadap kesejahteraan bangsa Indonesia.

    Simak: Serang Tapol PKI, Ratu Hemas akan Tegur FKPPI

    Mendapat gelar sebagai anggota kehormatan FKPPI, Jokowi mengucapkan terima kasih. Ia juga menyatakan bangga bisa berdiri di hadapan keluarga besar FKPPI karena, menurut dia, para purnawirawan di FKPPI telah berjasa terhadap keamanan dan kemerdekaan Indonesia.

    "Saya bangga berdiri di sini, di depan keluarga besar FKPPI yang sudah 39 tahun berkomitmen memperkokoh NKRI dan menegakkan Pancasila," ucap Presiden.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.