Minggu, 22 September 2019

Terkait Yerusalem, Aher Kecam Pengakuan Sepihak Amerika Serikat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat Yerusalem sebagai ibu kota Israel.(Foto: Dok. Pemprov Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat Yerusalem sebagai ibu kota Israel.(Foto: Dok. Pemprov Jabar)

    INFO JABAR -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat yang menyatakanYerusalem sebagai ibu kota Israel.

    "Kami  meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Selain melukai masyarakat muslim dunia, juga jelas melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB dimana Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya," katanya di Bandung, Jumat, 8 Agustus 2017.

    Menurut Aher, sapaan akrab gubernur, keputusan  Amerika itu bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia, terutama di Timur Tengah. "Dari Bandung, Ibukota Provinsi Jawa Barat, kota pengusung kemerdekaan Asia Afrika, kita menolak keras keputusan AS tersebut,” ujarnya.

    Aher mengatakan, dirinya konsisten bersama rakyat Palestina memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

    Aher percaya dengan langkah diplomasi yang terus dilakukan pemerintah pusat. Misalnya, meminta negara-negara Islam (OKI)  mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak, sekaligus meminta PBB  bersidang menyikapi pengakuan sepihak AS.

    "Kami mendukung upaya Presiden Jokowi yang memerintahkan Menteri Luar Negeri memanggil Dubes AS guna langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia," ucap Aher.

    Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia mengecam keras keputusan pemerintah Amerika Serikat yang mengakui secara sepihak Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hal itu dinyatakan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 7 Desember 2017.

    "Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut," ujar Jokowi.

    Kepala Negara juga menyatakan, pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB. Amerika Serikat sendiri diketahui merupakan anggota tetap dari Dewan Keamanan PBB sekaligus anggota pendiri PBB. "Ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia," ucap presiden.

    Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo sekali lagi menegaskan sikap yang telah diambil oleh pemerintah Indonesia terkait Palestina. Indonesia akan terus mendukung perjuangan kemerdekaan yang dilakukan oleh rakyat Palestina. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.