Sabtu, 24 Februari 2018

Protes Donald Trump, PBNU Ajak Umat Islam Baca Kunut Nazilah

Reporter:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

Editor:

Juli Hantoro

Kamis, 7 Desember 2017 18:56 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Protes Donald Trump, PBNU Ajak Umat Islam Baca Kunut Nazilah

    Ilustrasi warga Palestina/ konflik Israel-Palestina. REUTERS/Mohamad Torokman

    TEMPO.CO, JakartaPengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Negara Israel. Sebagai bentuk keprihatinan, PBNU mengajak umat Islam di seluruh dunia dan khusus di Indonesia untuk mendoakan rakyat Palestina.

    Ketua Bidang Hukum PBNU Robikin Emhas mengatakan lewat doa dan munajat kepada Allah, ia berharap rakyat Palestina diberi kekuatan, ketabahan, dan terciptanya perdamaian di Palestina. "Menyerukan secara khusus kepada warga NU untuk membaca doa kunut nazilah, memohon pertolongan dan perlindungan pada Allah SWT agar Palestina khususnya dan juga dunia dapat tercipta situasi yang damai," katanya dalam konferensi pers di kantor PBNU, Jakarta, Kamis, 7 Desember 2017.

    Baca juga: PBNU Minta Pemerintah Bentuk Kementerian Urusan Pesantren

    Selain itu, PBNU mengimbau agar umat Islam di Indonesia yang sama-sama kecewa terhadap Trump untuk bisa menahan emosi. PBNU mempersilakan umat untuk melakukan protes, tapi tidak dengan cara kekerasan ataupun anarkistis. "Karena kekerasan hanya akan menimbulkan persoalan baru," ucapnya.

    Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faisal Zaini mengatakan pihaknya berencana turun ke jalan esok hari, sehabis salat Jumat, untuk memprotes sikap Amerika ini. "Sementara dari keluarga besar NU akan kirim perwakilan pengurusnya dalam jumlah ratusan saja datang ke Kedutaan Besar Amerika," ujarnya.

    Menurut Helmy, sikap Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Negara Israel sejatinya bakal merugikan Amerika Serikat sendiri. Pasalnya hal itu akan memicu gelombang protes besar dari berbagai belahan dunia.

    Baca juga: Dokumen AS Soal 1965, NU dan Muhammadiyah Sepakat Rekonsiliasi

    PBNU pun meminta pemerintah Indonesia untuk aktif membantu masalah yang terjadi di Palestina. "Pemerintah Indonesia memiliki peran yang sangat strategis untuk menjadi penengah yang bisa memediasi dinamika politik yang sedang terjadi," tutur Robikin.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.