Sabtu, 24 Februari 2018

Gatot Nurmantyo Mengaku Tak Boleh Berpolitik Praktis hingga Maret

Reporter:

Chitra Paramaesti

Editor:

Kodrat Setiawan

Kamis, 7 Desember 2017 18:12 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gatot Nurmantyo Mengaku Tak Boleh Berpolitik Praktis hingga Maret

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo . ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan masih sebagai prajurit TNI, meski dia sudah tidak lagi menjadi panglima TNI. Sebab, dia baru akan pensiun pada Maret 2018.

    "Saya sampai dengan Maret masih prajurit TNI dan tidak boleh melakukan politik praktis," kata Gatot, Kamis, 7 Desember 2017.

    Baca juga: Pensiun dari Panglima TNI, Apa Langkah Politik Gatot Nurmantyo

    Presiden Jokowi telah menunjuk Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai pengganti Gatot yang pensiun pada Maret 2018. Perihal pemberhentian dan pengangkatan Panglima TNI dituangkan dalam Surat Presiden Nomor R-54/Pres/12/2017. Dalam surat itu, dijelaskan, Gatot akan memasuki usia pensiun terhitung mulai 1 April 2018. Presiden memohon persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat terhadap rencana pemberhentian dengan hormat dari jabatan Panglima TNI atas nama Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan pengangkatan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S. IP sebagai Panglima TNI.

    Kemarin, Komisi Pertahanan DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Hadi. Hasilnya, semua anggota komisi yang hadir menyatakan menerimanya.

    Hari ini, Hadi resmi mendapat persetujuan pengangkatan dari DPR dalam rapat paripurna DPR RI ke-13 masa persidangan II Tahun Sidang 2017-2018.

    Setelah resmi pensiun nanti, Gatot menuturkan ingin mengasuh cucunya. Menurut dia, hal tersebut merupakan tindak balas budi kepada anak-anaknya yang saat masih kecil selalu dia tinggal bertugas. "Saya mau membalas kepada dua cucu saya," ucanya .

    Namun, ketika pensiun nanti, Gatot Nurmantyo bersedia dan siap jika ada panggilan negara. "Pengabdian apa pun ketika negara memanggil, saya siap," tuturnya.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.