Selasa, 26 Juni 2018

Hadi Tjahjanto Lega Bisa Melewati Uji Kelayakan dan Kepatutan DPR

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari (kedua kanan) memberikan keterangan pers seusai fit and proper tes sebagai calon Panglima TNI di Komisi I DPR RI, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, 6 Desember 2017.  Setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan selama hampir 6 jam, Komisi I DPR menyetujui Marsekal Hadi Tjahjanto untuk menjadi Panglima TNI dan menyetujui pemberhentian dengan hormat Jenderal Gatot Nurmantyo. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari (kedua kanan) memberikan keterangan pers seusai fit and proper tes sebagai calon Panglima TNI di Komisi I DPR RI, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, 6 Desember 2017. Setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan selama hampir 6 jam, Komisi I DPR menyetujui Marsekal Hadi Tjahjanto untuk menjadi Panglima TNI dan menyetujui pemberhentian dengan hormat Jenderal Gatot Nurmantyo. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima Tentara Nasional Indonesia terpilih, Kamis, 7 Desember 2017. Hadi mengaku lega terhadap keputusan Dewan tersebut. "Karena beban yang diberikan kepada saya untuk melaksanakan fit and proper test sudah selesai," kata Hadi di Gedung Nusantara I DPR, Jakarta.

    Ketika ditanya wartawan apakah dia akan mengoreksi gaya kepemimpinan panglima sebelumnya, Jenderal Gatot Nurmantyo, yang dinilai sejumlah pihak terlalu berpolitik, Hadi menjawab secara santai. Ia mengatakan sudah disumpah sebagai prajurit saptamarga yang harus bertindak dalam koridor-koridor tertentu sesuai dengan sumpahnya.

    Baca: Jadi Panglima TNI, Hadi Tjahjanto Jamin Netralitas Tentara

    Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan akan menandatangani surat pengesahan rapat paripurna hari ini dan menyerahkannya ke Presiden Joko Widodo. Dengan dikirimkannya surat tersebut, kata Fadli, Presiden dapat melaksanakan pelantikan terhadap Hadi kapan saja sesuai dengan kemauannya. "Mau malam ini atau besok, terserah Presiden, tidak ada masalah," tuturnya.

    Presiden Jokowi telah menunjuk Hadi sebagai calon Panglima TNI menggantikan Gatot, yang bakal pensiun pada Maret 2018. Surat penunjukan itu disampaikan ke DPR pada Senin lalu. Kemarin, 6 Desember 2017, Komisi Pertahanan DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Hadi. Hasilnya, semua anggota Komisi yang hadir menyatakan menerima.

    Simak: Hadi Tjahjanto Jadi Panglima TNI, Siapa Jabat KSAU?

    Perihal pemberhentian dan pengangkatan Panglima TNI dituangkan dalam Surat Presiden Nomor R-54/Pres/12/2017. Dalam surat itu dijelaskan bahwa Gatot akan memasuki usia pensiun terhitung 1 April 2018.

    Presiden memohon persetujuan DPR terhadap rencana pemberhentian dengan hormat dari jabatan Panglima TNI atas nama Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan pengangkatan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai panglima yang baru.


     

     

    Lihat Juga