Hadi Tjahjanto Tegaskan Lagi Jaminan Netralitas TNI di 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto bersiap menjalani fit and proper tes (uji kelayakan dan kepatutan) sebagai calon Panglima TNI di Komisi I DPR RI, Jakarta Pusat, 6 Desember 2017. Marsekal Hadi Tjahjanto diajukan Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang memasuki masa pensiun. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto bersiap menjalani fit and proper tes (uji kelayakan dan kepatutan) sebagai calon Panglima TNI di Komisi I DPR RI, Jakarta Pusat, 6 Desember 2017. Marsekal Hadi Tjahjanto diajukan Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang memasuki masa pensiun. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan siap menjaga netralitas TNI dalam menghadapi tahun politik 2019 mendatang.

    "Yang penting netralistas dan soliditas yang kita jaga, itu saja," kata Hadi seusai menerima Anggota Komisi I DPR di rumah dinasnya, Jalan Rajawali Timur, Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis, 7 Desember 2017.

    Netralitas TNI dari politik praktis juga disampaikan Hadi saat fit and proper test oleh Komisi I DPR pada Rabu, 6 Desember 2017). "Saya sampaikan visi misi di antaranya tetap kita akan menjaga soliditas tentunya itu yang akan saya jaga dan netralitas. Jadi kuncinya dua itu," kata Hadi.

    Baca juga: Alasan Jokowi Pilih Hadi Tjahjanto sebagai Calon Panglima TNI

    Hadi Tjahjanto yang masih menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) ini juga menyinggung tantangan yang harus dihadapi TNI ke depannya. Rencana strategis (renstra) harus selaras dengan pembangunan nasional.

    "Tantangan ke depan? Kita tetap pada rencana-rencana yang telah disusun. Contohnya Renstra, semua kita akan ikut itu. Renstra juga bicara soal peningkatan kekuatan, pembinaan kemampuan dan strategi penggelaran dan kita akan sinkronkan dengan rencana pembangunan nasional," tambah Hadi.

    Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin mengatakan, pada siang ini akan digelar Paripurna, salah satunya memutuskan Calon Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto usai menjalani fit and proper test di DPR.

    "Setelah ada persetujuan dari semua fraksi, pimpinan DPR akan melaporkan ke Istana. Selanjutnya, terserah Istana kapan akan dilakukan pelantikan. Kami tinggal menunggu undangannya saja," kata Hasanuddin.

    Komisi I DPR menilai sosok Hadi Tjahjanto mampu membawa TNI lebih baik lagi dan cakap untuk meningkatkan profesionalitas prajurit TNI.

    "Netralitas menjadi tuntutan kita semua. Semua fraksi menuntut netralitas TNI. Pak Hadi pun menyanggupinya," ujarnya.

    Baca juga: Jokowi Belum Tentukan Tanggal Pelantikan Hadi Tjahjanto

    Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid menyebutkan, Hadi Tjahjanto tidak pernah memberikan pernyataan berbau politik. Komisi I DPR yakin Hadi tak akan berpolitik praktis.

    "Marsekal Hadi Tjahjanto sama kita ketahui sebagai KSAU tidak pernah membuat pernyataan-pernyataan yang berbau politik atau dekat dengan politik sehingga kita cukup yakin bahwa beliau Insya allah tidak akan berpolitik praktis ataupun membantu kelompok politik tertentu," ujar Meutya Hafid.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.