Senin, 10 Desember 2018

Jokowi Anggap Langkah Trump Soal Yerusalem Ancam Stabilitas Dunia

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat ditemui awak media usai menghadiri CEO Forum di Raffles Hotel, Jakarta Pusat, Rabu, 29 November 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    Presiden Joko Widodo saat ditemui awak media usai menghadiri CEO Forum di Raffles Hotel, Jakarta Pusat, Rabu, 29 November 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan perihal langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel menggantikan Tel Aviv. Presiden Jokowi menganggap langkah itu berbahaya.

    "Itu bisa mengancam stabilitas dunia," dalam pernyataan resmi Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Kamis, 7 Desember 2017.

    Baca: Indonesia Mengutuk Langkah AS Nyatakan Yerusalem Ibu Kota Israel

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pengumuman secara resmi di Washington DC pada Rabu, pukul 13.00 waktu setempat atau Kamis pukul 01.00 WIB. Trump mengatakan AS mengakui Yerusalem sebagai wilayah Israel dan akan memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Trump menyebut pengakuan Yerusalem sebagai milik Israel tidak lain sebagai pengungkapan fakta sebagaimana mestinya.

    Langkah Trump pun menuai reaksi keras, kritik dari berbagai pihak. Banyak pihak menyebut Trump tidak paham akar masalah Israel-Palestina dan malah memperburuk keadaan.

    Menurut Jokowi, langkah Trump itu juga bertentangan dengan sejumlah rekomendasi dan aturan internasional. Salah satunya adalah rekomendasi Dewan Keamanan PBB, di mana Amerika Serikat ada di dalamnya.

    Baca: Fadli Zon Kecam Pernyataan Donald Trump Soal Yerusalem

    Ke depannya, Presiden Jokowi meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali sikap mereka soal Yerusalem atau Israel. Sementara itu, kata Jokowi, pemerintah Indonesia akan mendorong negara-negara anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam) dan PBB untuk menggelar sidang terkait langkah Trump.

    "Dalam beberapa hari ini, pemerintah telah berkomunikasi dengan negara negara OKI agar segera melaksanakan sidang khusus atas pengakuan sepihak ini pada kesempatan pertama. Kami juga meminta PBB segera bersidang," ujar Jokowi.

    Presiden Jokowi juga meminta Menteri Retno Marsudi untuk segera meminta penjelasan dari Dubes AS di Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.